Seminar Nasional
Pangan Hewani Untuk Meningkatkan Prestasi Atlet
DENPASAR, Zat gizi dibutuhkan untuk hidup manusia. Kebutuhan akan zat gizi tersebut selain energy meliputi karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral. Khusus untuk atlet, protein memiliki keunggulan selain sebagai sumber tenaga, juga untuk daya tahan tubuh, kekuatan,kecepatan, daya tahan otot,, meningkatkan kapasitas anaerobic, dan daya tahan jantung. Namun demikian, bukan berarti konsumsi protein yang tinggi akan meningkatkan prestasi atlet. Tetapi kebutuhan protein diperlukan secukupnya sesuai berat badan, jenis olah raga. Dapat disimpulkan bahwa dalam konteks gizi seimbang, protein dan karbohidrat mampu meningkatkan performance atlet. Demikian dikemukakan oleh. oleh Prof.Dr.Ir. Hardinsyah, MS, guru besar dalam bidang ilmu gizi pada seminar nasional yang berthema “Pangan hewani untuk meningkatkan prestasi atlet” , yang diselenggarakan oleh Jurusan Giizi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Jumat 14/9 yl di Aula kampus setempat. Lebih lanjut, Rektor Universitas Sahid Jakarta tersebut menguraikan keunggulan dari protein hewani dibandingkan dengan protein nabati, yaitu : protein hewani memiliki bioavailabilitas zat gizi lebih tinggi; mengandung kolesterol, rendah karbohidrat dan tidak berserat; mengandung lemak dari kadar terendah hingga tinggi; mengandung tinggi protein; dan rendah memiliki indeks glikemik yang rendah.
Nara sumber lainnya, Ni Made Dewantari SKM., M.For mengemukakan bahwa protein hewani khususnya protein hewani diperlukan tubuh unuk berbeda menurut golongan umur dan jenis kelamin. Sedangkan untuk atlet diperlukan lebih banyak dan juga berbedamenurut tahapan kegiatan. Kebutuhan protein khususnya protein hewani diperlukan cukup tinggi dan rendah karbohidrat pada tahap pra pertandingan, karena untuk pembongkaran otot. Pada tahap pertandingan kebutuhan protein diperlukan secukupnya (normal), tetapi karbhidrat tinggi. Pada tahap akhir pertandingan, tahap pemulihan protein dan karbohidrat diperlukan secukupnya.
Seminar sehari tersebut dipandu oleh Moderator I Wayan Juniarsana, SST., M.Fis dan dibuka oleh Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar, Anak Agung Ngurah Kusumajaya, SP., MPH. Dalam sambutannya, Direktur Poltkkes Denpasar mengemukan bahwa peranan gizi dalam olah raga sudah terbukti manfaatnya. Kesuksesan atlet dalam sebuah turnamen sangat ditentukan selain bakat, juga pengaturan latihan dan makanan. Diharapkan seminar tersebut dapat memberikan nilai tambah baik bagi para dosen dan mahasiswa dan pada ahirnya dapat berkontribusi pada KONI maupun klub-klub olah raga.
Ketua Jurusan Gizi Ni Komang Wiardani, SST., M.Kes mengatakan bahwa seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Gizi tersebut adalah dalam rangka memperinggati 33 tahun Pendidikan Tinggi Tenaga Gizi di Bali, diikuti oleh kalangan Dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi, Pengurus DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Bali, Pengurus DPD Pergizi-Pangan Bali, yang seluruhnya berkisar 225 peserta.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]