PENGABDIAN MASYARAKAT JURUSAN GIZI POLTEKKES DENPASAR DI DESA SAYAN DAN DESA SINGAKERTA, UBUD, GIANYAR
Politeknik kesehatan merupakan institusi pendidikan yang wajib melaksanakan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi. Kegiatan Pengabdian masyarakat merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen bersama sama dengan mahasiswa dan kegiatan pengabmas ini memang rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk implementasi tugas dan tanggung jawab kami di perguruan tinggi guna ikut bersama sama menanggulangi dan memperbaiki status gizi dan kesehatan di masyarakat .
Seperti yang tertera pada spanduk, bahwa tema yang diangkat pada pelaksanaan pengabmas oleh Jurusan Gizi pada tahun ini adalah “cegah stunting melalui pendidikan, penyuluhan dan pelatihan gizi kepada masyarakat dan anak sekolah”
Pengambilan tema ini didasarkan atas pertimbangan bahwa masalah stunting atau anak yang jauh lebih pendek dari anak yang seusianya , saat ini merupakan masalah gizi yang menjadi prioritas utama untuk ditangani di Indonesia termasuk di Bali dan Gianyar. Bahkan untuk tahun 2018 Gianyar merupakan salah satu kabupaten yang menjadi pilot project penanganan stunting dari 100 Kabupaten Kota di Indonesia. Hal ini didasarkan data Riskesdas 2013, angka stunting di kabupaten Gianyar mencapai 42 % (tertinggi di Bali dibandingkan kabupaten lainnya, walaupun angka ini jauh sudah menurun sesuai hasil Pemantauan Status Gizi ( PSG) tahun 2017 yang mencapai angka 22%. Namun demikian angka tersebut masih merupakan masalah kesehatan masyarakat sesuai kriteria WHO ( Masalah kesehatan masyarakat jika angka > 20%) dan merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan adanya penanganan secara bersama sama baik secara lintas program dan lintas sektor . Keberhasilan perbaikan gizi di masyarakat sebagian besar ( 70%) tergantung pada peran lintas sektor di luar kesehatan dan juga peran serta seluruh komponen masyarakat
Bahkan Bapak Presiden Jokowi telah mengeluarkan 10 intruksi kepada kesehatan yang salah satunya menyatakan bahwa “ Gizi adalah Investasi Bangsa”. Jangan ada lagi yang namanya gizi buruk. Dan seharusnya tidak ada lagi kekurangan gizi di negara yang berpendapatan menengah seperti sekarang ini . sehingga segala upaya untuk mencapai hal tersebut harus dilakukan .
Untuk itulah kegiatan pengabmas ini sangat penting dilakukan guna mengajak masyarakat secara bersama sama untuk menanggulangi masalah gizi khususnya stunting di masyarakat, karena dampak yang ditimbulkan sangat besar. Selain menyebabkan penurunan kecerdasan, anak stunting setelah dewasa sangat mudah mengalami obesitas dan penyakit tidak menular seperti hipertensi, kencing manis, penyakit jantung dan lainnya . Mereka yang menderita penyakit tersebut tentunya menjadi kurang produktif dan menimbulkan beban ekonomi karena biaya pengobatan yang mahal.
Sesuai dengan prioritas penanganan masalah gizi yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan ( 2015-2019), bahwa sasaran bagi pelaksanaan kegiatan bidang gizi adalah kelompok rawan gizi meliputi Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita serta anak sekolah dan remaja. Sehingga sasaran kegiatan pengabmas Jurusan Gizi harus difokuskan kepada kelompok tersebut dengan meningkatkan peran kader sebagai petugas terdepan di masyarakat , petugas kesehatan, keluarga dan masyarakat lainnya. Sekolah juga memegang peranan penting dalam memperhatikan gizi dan kesehatan remaja terutama remaja putri sehingga mereka nantinya dapat menjadi calon ibu yang sehat dengan status gizi baik dan siap menghasilkan generasi yang bebas stunting dan gizi buruk.
Bapak Camat Ubud yang saya Hormati , kami sangat senang dan berbangga hati karena bisa melakukan pengabmas di lingkungan kecamatan Ubud. Ubud merupakan daerah pariwisata yang juga sesuai dengan visi kami dalam memajukan kesehatan pariwisata . Kami sangat yakin bahwa Ubud sebagai daerah wisata yang memiliki penghasilan cukup tinggi akan mampu mengatasi masalah gizi dan kesehatan dengan baik melalui kerjasama dan koordinasi dengan berbagai komponen terkait. Pada kesempatan ini kami menyampaikan rasa penghargaan dan terimakasih yang tak terhingga kepada Bapak camat, Kepala Desa Singakerta dan Sayan dan aparat, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan atas dukungan yang luar biasa terhadap kegiatan ini.
Harapan kami semoga kegiatan pengabdian masrayakat di desa Singakerta dan Sayan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan, meningkatkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang dan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi. Mudah mudahan kegiatan ini bisa berlanjut pada periode berikutnya.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]