Beranda / / Berita Detail

PENGABDIAN MASYARAKAT JURUSAN GIZI POLTEKKES DENPASAR DI DESA SAYAN DAN DESA SINGAKERTA, UBUD, GIANYAR


Kamis, 26 Juli 2018 02:07 pm
Bagikan berita ini   
  


PENGABDIAN MASYARAKAT JURUSAN GIZI POLTEKKES DENPASAR DI DESA SAYAN DAN DESA SINGAKERTA, UBUD, GIANYAR

        Politeknik kesehatan  merupakan institusi pendidikan  yang wajib melaksanakan kegiatan  Tri Dharma perguruan tinggi. Kegiatan Pengabdian masyarakat    merupakan   salah satu   kegiatan  Tri Dharma  Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen  bersama   sama  dengan    mahasiswa  dan  kegiatan pengabmas  ini  memang rutin dilakukan setiap  tahun  sebagai  bentuk implementasi   tugas  dan tanggung  jawab   kami di perguruan  tinggi  guna   ikut  bersama  sama  menanggulangi dan   memperbaiki  status  gizi dan  kesehatan di masyarakat .

Seperti  yang tertera  pada spanduk,  bahwa tema    yang diangkat    pada  pelaksanaan pengabmas   oleh Jurusan Gizi   pada tahun ini adalah   “cegah stunting    melalui pendidikan, penyuluhan dan  pelatihan gizi  kepada masyarakat dan anak sekolah

IMG-20180525-WA0005IMG-20180726-WA0016

Pengambilan   tema  ini didasarkan   atas  pertimbangan  bahwa   masalah  stunting  atau    anak  yang   jauh lebih pendek  dari   anak  yang seusianya , saat ini     merupakan   masalah  gizi  yang  menjadi  prioritas  utama   untuk  ditangani   di Indonesia  termasuk di Bali dan Gianyar. Bahkan untuk tahun  2018  Gianyar  merupakan   salah satu  kabupaten  yang menjadi  pilot project  penanganan  stunting   dari   100 Kabupaten   Kota    di Indonesia. Hal  ini  didasarkan   data     Riskesdas   2013,   angka stunting   di kabupaten Gianyar    mencapai  42 %  (tertinggi  di Bali dibandingkan  kabupaten lainnya, walaupun   angka ini     jauh   sudah menurun   sesuai hasil Pemantauan Status  Gizi ( PSG)  tahun  2017 yang mencapai angka   22%. Namun demikian   angka   tersebut masih merupakan  masalah  kesehatan  masyarakat  sesuai  kriteria   WHO ( Masalah kesehatan   masyarakat  jika  angka > 20%)  dan merupakan masalah gizi  kronis yang memerlukan adanya   penanganan   secara   bersama   sama   baik secara   lintas program dan  lintas  sektor . Keberhasilan     perbaikan   gizi  di masyarakat    sebagian   besar ( 70%)  tergantung  pada peran  lintas  sektor di luar kesehatan dan    juga   peran  serta   seluruh komponen    masyarakat

Bahkan  Bapak Presiden Jokowi  telah mengeluarkan  10  intruksi  kepada kesehatan    yang  salah satunya   menyatakan  bahwa “  Gizi   adalah Investasi Bangsa”. Jangan  ada  lagi yang namanya   gizi  buruk. Dan seharusnya  tidak ada lagi kekurangan  gizi   di negara  yang  berpendapatan   menengah seperti sekarang ini . sehingga  segala upaya  untuk    mencapai hal tersebut   harus  dilakukan .

Untuk itulah   kegiatan  pengabmas  ini sangat  penting  dilakukan    guna   mengajak    masyarakat secara bersama  sama  untuk menanggulangi   masalah    gizi  khususnya  stunting   di masyarakat,   karena dampak yang ditimbulkan  sangat besar. Selain   menyebabkan penurunan  kecerdasan,   anak stunting   setelah dewasa  sangat    mudah mengalami  obesitas dan penyakit  tidak menular  seperti    hipertensi,  kencing manis,   penyakit  jantung dan lainnya . Mereka  yang   menderita   penyakit tersebut  tentunya    menjadi  kurang  produktif  dan  menimbulkan  beban ekonomi   karena   biaya pengobatan  yang mahal.

IMG-20180726-WA0017IMG-20180525-WA0007

Sesuai   dengan  prioritas  penanganan  masalah  gizi   yang tercantum dalam   Rencana  Pembangunan  Jangka Menengah  Kesehatan ( 2015-2019), bahwa sasaran   bagi pelaksanaan   kegiatan  bidang gizi  adalah kelompok   rawan gizi   meliputi   Ibu  hamil, ibu menyusui,  bayi, balita serta  anak sekolah dan remaja. Sehingga  sasaran kegiatan   pengabmas  Jurusan  Gizi  harus  difokuskan kepada     kelompok tersebut   dengan  meningkatkan   peran  kader  sebagai petugas   terdepan  di  masyarakat , petugas   kesehatan, keluarga   dan masyarakat  lainnya. Sekolah  juga memegang peranan penting   dalam memperhatikan   gizi    dan kesehatan remaja   terutama  remaja putri    sehingga   mereka   nantinya   dapat menjadi  calon  ibu  yang    sehat dengan status  gizi   baik  dan siap menghasilkan     generasi yang bebas  stunting   dan gizi   buruk.

Bapak  Camat   Ubud yang saya  Hormati , kami sangat    senang  dan berbangga   hati   karena  bisa melakukan  pengabmas  di lingkungan  kecamatan  Ubud.  Ubud merupakan    daerah pariwisata   yang   juga   sesuai  dengan    visi  kami   dalam    memajukan  kesehatan   pariwisata .  Kami sangat  yakin  bahwa   Ubud   sebagai daerah wisata    yang memiliki  penghasilan  cukup tinggi   akan    mampu   mengatasi   masalah  gizi   dan kesehatan dengan baik melalui kerjasama dan  koordinasi  dengan berbagai komponen  terkait. Pada  kesempatan   ini kami   menyampaikan rasa penghargaan   dan terimakasih yang   tak terhingga   kepada    Bapak  camat, Kepala Desa  Singakerta dan  Sayan  dan aparat, Kepala  Puskesmas dan tenaga    kesehatan   atas  dukungan  yang luar  biasa  terhadap   kegiatan  ini.

Harapan kami semoga   kegiatan  pengabdian  masrayakat  di desa  Singakerta  dan   Sayan  dapat   meningkatkan wawasan  dan pengetahuan  masyarakat  tentang gizi  dan kesehatan,  meningkatkan  pola  hidup  sehat   dengan gizi  seimbang  dan dapat meningkatkan  keterampilan masyarakat  dalam melakukan  upaya  pencegahan  dan penanggulangan  masalah gizi.  Mudah mudahan  kegiatan  ini  bisa   berlanjut    pada   periode  berikutnya.

TAUTAN TERKAIT