Beranda / Berita / Berita Detail

Wisuda XXIX Poltekkes Kemenkes Denpasar


Selasa, 27 Agustus 2019 09:08 am
Bagikan berita ini   
  


IMG-20190825-WA0004Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar AA Ngurah Kusumajaya, SP., MPH., memimpin prosesi Wisuda ke-XXIX di Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Jumat (23/8). Menariknya seluruh wisudawan/i sebanyak 908 orang berhasil meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3.00, dengan catatan kelulusan tepat waktu juga hampir 100 persen. Sedangkan IPK tertinggi 4.00 dan terendah 3,6.
Tahun ini, AA Ngurah Kusumajaya menjelaskan, Poltekkes Kemenkes Denpasar tengah mengembangkan empat program studi (prodi) baru yaitu D IV Gigi, D IV Analis Kesehatan (Teknologi Laboratorium Medis), D III Care Giver dan Prodi  D III Tenaga Kesehatan Tradisional (Nakestrad). Prodi tersebut, kata dia, telah melalui kajian panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.
Dirinya berharap jebolan Poltekkes Kemenkes Denpasar mampu mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama di bangku kuliah dengan mengisi berbagai peluang kerja, baik di Bali, Nasional dan berkarir ke luar negeri. “Di zaman ini, wawasan kita harus berkompetisi di dunia global, karenanya kami telah bekali mahasiswa kami kompetensi agar bisa bersaing di mana saja,” kata Kusumajaya di sela wisuda.
Dia menceritakan pengalamannya mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Philipina belum lama ini.IMG-20190823-WA0105 Berdasarkan pantuannya, ia optimis lulusan Poltekkes Kemenkes Denpasar mampu berkompetisi. “Kita tidak kalah dengan mereka, dari sedi SDM mau pun fasilitas. Sekarang bagaimana kita merubah ‘mindset’ saja karena peluang kerja tenaga kesehatan ke luar negeri sangat terbuka. Setelah punya pengalaman di luar, maka kembalilah, bangun kesehatan bangsa ini,” pintanya.
Lebih lanjut, AA Kusumajaya membeberkan tiga besar predikat lulusan terbaik dari masing-masing prodi, di antaranya, Prodi D-IV Keperawatan, Ni Putu Restu Dwi Krisnanda Cahyani (IPK 3,94), Ni Wayan Yuskamita Karsaeni (IPK 3,93) dan I Gede Patria Prastika dengan IPK (3,91). Prodi D-IV Kebidanan diraih Putu Dyah Pramesti Cahyani (IPK 3,94), Luh Komang Tasya Fitriyani (IPK 3,72) dan Komang Dea Ardiani Putri (IPK 3,59). \
Prodi D-IV Gizi, diraih oleh Wijayanti Diyah Ayu Puspita (IPK 3.91), Kadek Hepi Gita IPK (3.907), IG.A.A Rathamaryanti (IPK 3.901). Prodi D-IV Kesehatan Lingkungan diraih oleh Kadek Prilan Cahyanti (IPK 4,00), Ni MadeMeri Sukmadhani (IPK 3,97) Komang Jenny Melinda (IPK 3,97). Prodi D-III Keperawatan, diraih oleh Wayan Erna Sulistya Cahyani (IPK 3,92), Ni Luh Putu Ika Sanji Rahmawati (IPK 3,92) Kadek Sanistya Astuti dengan IPK 3,91 predikat dengan pujian.

IMG-20190823-WA0082Prodi D-III Kebidanan, diraih Ni Made Devi Maharani (IPK 3,89), Ni Made Suryaniti (IPK 3,81), Ni Putu Rahayu Hendrawati (IPK 3,77). Prodi D-III Keperawatan Gigi, diraih oleh Ni Kadek Hellyna Sapna Devi (IPK 3,78), Gusti Ayu Kade Surya Andriani (IPK 3,73), Luh Komang Trina Juniantari (IPK 3,73). Prodi D-III Gizi, diraih oleh Ni Made Dewi Purnamasari (IPK 3,96), Komang Novia Frily Permata Sari (IPK 3,91) Ni Luh Nita Septiana (IPK 3,89). Prodi D-III Kesehatan Lingkungan, diraih oleh Luh Putu Nita Darmayanti (IPK 3,94), Made Dwi Meidyana Putri (IPK 3,89), Ni Wayan Tati Sutiriani (IPK 3,88). Serta Prodi D-III Analis Kesehatan, diraih oleh Putu Nia Nuratmini (IPK 3,96), Ni Kadek Ayu Kusumayanti (IPK 3,93) dan Putu Ayu Aristia Dewidengan (IPK 3,92).
Wisuda kali ini juga dirangkai dengan pengambilan sumpah alumni oleh Sekertaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia, BPPSDM, Kemenkes RI Dra. Oos Fatimah R. M.Kes. Fatimah mengakui lulusan Poltekkes Denpasar tidak diragukan lagi kemampuannya. Salah satu bukti cukup banyak lulusannya bekerja di luar negeri, terutama Jepang. Dari segi pengembagan, ia juga memuji pimpinan Poltekkes Denpasar yang telah membangun MoU dengan sejumlah perguruan tinggi kesehatan di Belanda, Philipina, Australia dan negara lain. “Yang tak kalah penting, lulusan Poltekkes Denpasar telah banyak mengikuti progam kesehatan pemerintah, di atanranya Program Nusantara Sehat, yang mana seluruh peserta harus mengabdi selama 2 tahun sebagai tenaga kesehatan di daerah terpencil,” pungkasnya.

TAUTAN TERKAIT