Beranda / Berita / Berita Detail

Poltekkes Denpasar Siapkan Konsultasi Gizi Gratis di Arena CFD


Rabu, 08 Mei 2019 12:05 pm
Bagikan berita ini   
  


BALI EXPRESS, DENPASAR – Jika berkunjung ke Car Free Day (CFD) Lapangan Bajra Sandhi Renon, kita akan melihat posko pelayanan kesehatan. Posko pelayanan kesehatan yang disediakan Dinas Kesehatan Kota Denpasar tersebut juga berdampingan dengan pos konsultasi gizi gratis untuk sehat dan bugar. Jika ingin konsultasi, tenaga dosen dan mahasiswa dari Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar sigap melayani. 

Dosen yang juga menjadi koordinator konsultasi gizi gratis Ni Made Dewantari, SKM., M. For, menjelaskan, program konsultasi tersebut merupakan kegiatan pengabdian rutin. “Kegiatan ini rutin dilakukan Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar. Setiap hari Minggu kami di sini. Tujuannya, memberikan pelayanan konsultasi gizi untuk membantu masyarakat agar hidup lebih sehat,” ucapnya.

Dia menambahkan, konsultasi gizi tersebut juga membantu masyarakat terkait edukasi pola makan, dan mengatur aktivitas fisik, sehingga tercapai status gizi yang normal. “Kami harapkan mereka lebih sehat. Ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari banyak bentuk lainnya,” terang alumni Universitas Udayana tersebut.

Lebih lanjut, Dewantari menerangkan, masih banyak masyarakat yang mengeluh berat badan tidak ideal, padahal sudah melakukan olahraga yang teratur. “Hal itu terkait dengan pengetahuan tentang bagaimana mengatur pola makan yang baik. Masih banyak masyarakat kita yang kurang memahami. Untuk itu penting diberikan konsultasi gizi, supaya pengetahuan masyarakat tentang gizi itu baik. Kalau pengetahuan yang baik, mereka mau menerapkan pola makan bergizi seimbang,” terangnya.

Makanan bergizi seimbang adalah makanan yang mengandung semua jenis zat gizi, dimulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Jumlahnya juga harus sesuai, tidak lebih dan tidak kurang. Selain itu, takaran gizi setiap orang berbeda, tergantung umur, jenis kelamin dan aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan.

Gaya hidup, menurutnya, berupa cara mengatur pola makan yang baik dan melakukan aktivitas rutin. Minimal yang dianjurkan, tiga sampai lima kali seminggu atau 150 menit perminggu.

 “Dari sekian kali konsultasi, masyarakat paling banyak mengalami kelebihan berat badan, hipertensi, asam urat, dan diabetes. Kemajuan teknologi juga ikut mempengaruhi. Hasil riset juga menjelaskan, aktivitas fisik masyarakat masih rendah. Pola makannya yang justru berlebihan,” tegasnya.

(bx/wid/man/JPR)

TAUTAN TERKAIT