Beranda / Berita / Berita Detail

Poltekkes Denpasar Garap 73 Paket Kegiatan Pengabmas Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Sukawati, Gianyar


Jumat, 05 Juli 2019 09:07 am
Bagikan berita ini   
  


IMG-20190626-WA0032Seluruh dosen di lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes, Denpasar menggelar pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) yang dipusatkan di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (14/6). Pengbmas ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tahun 2019 yang diharapkan memberi manfaat terbaik bagi warga sekitar.
Pengabmas yang dikemas terintegrasi dari 6 jurusan yakni Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Lingkungan dan Analis Kesehatan menggarap 73 paket kegiatan yang dipimpin oleh 120 dosen bersama mahasiswa. Demikian dikatakan Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasr AA Ngurah Kusumajaya, SP., MPH di sela pembukaan di Kantor Camat Sukawati.
IMG-20190626-WA0025Kegiatan ini, lanjut AA Kusumajaya, menyasar kelompok-kelompok berisiko seperti, ibu hamil, balita, anak sekolah, remaja, lansia serta sanitasi berbasis masyarakat. Terlebih, menurutnya, Sukawati adalah daerah destinasi pariwisata, sehingga diperlukan perhatian khusus terkait kesehatan lingkungan untuk kenyamanan wisatawan dan kesehatan masyarakat itu sendiri.
Lebih lanjut, pria lulusan studi lanjut di Australia ini menitik beratkan pada persoalan stunting.IMG-20190626-WA0061 Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun. “Kami sangat konsen mengedukasi warga soal 1000 hari pertama kehidupan, dihitung mulai dari hari pertama konsepsi lalu terbentuk embrio hingga anak berusia 2 tahun. Ini sangat penting untuk generasi yang berkualitas,” kata AA Kusumajaya.
Menyikapi ancaman penyakit tidak menular di masyarakat, dia mengatakan dalam penagbmas Poltekkes Denpasar juga dikemas upaya promotif dan preventif. Mobilitas warga yang semakin tinggi, kemajuan teknologi berdampak pada kesehatan karena melahirkan budaya malas bergerak (olahraga). Pada kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan pemerintah daerah setempat untuk rutin memantau kantin-kantin sekolah. Pasalnya, pihaknya menemukan aneka jajanan menggunakan zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra mengapresiasi pengabmas itu, karena sangat membantu meringankan beban pemerintah di bidang kesehatan. Pihaknya berharap kegiatan semacam ini digelar berkelanjutkan di seluruh wilayah ‘Gumi Seni’. “Bagaimana pun IMG-20190626-WA0065kesehatan itu adalah hal yang paling mahal. Jadi kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gianyar mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Denpasar karena berpartisipasi memotivasi warga kami,” katanya.
Terkait temuan jajan berbahaya, ia mengaku sudah melakukan sidak rutin bersama dinas kesehatan setempat. Sadra berkomitmen akan menindak tegas oknum pedagang yang terbukti menjual jajanan yang tak layak konsumsi. “Kami dan Dinas Kesehatan Gianyar sebenarnya sudah rutin sidak ke kantin sekolah. Namun ternyata masih ada (jajan mengandung zat kimia-red), tentu ini PR bagi kami yang harus dituntaskan,” pungkas Sadra.
Pada pengabmas tersebut, Poltekkes Denpasar juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga yang datang serta membuka stand pameran hasil karya dosen dan mahasiswa berupa produk kesehatan herbal.

TAUTAN TERKAIT