Beranda / Berita / Berita Detail

KKN IPE Poltekkes Denpasar Libatkan 676 Mahasiswa Berantas Stunting di Klungkung dan Bangli


Senin, 20 Januari 2020 08:01 am
Bagikan berita ini   
  


WhatsApp Image 2020-01-15 at 22.20.01Sebagai institusi pendidikan tinggi bidang kesehatan, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar kembali melaksanakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat yang dikemas dalam Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE). Peserta KKN ditugaskan menekan angka stunting (gagal tumbuh kembang pada anak) di Kabupaten Bangli dan Klungkung, mulai 20 Januari hingga 7 Februari 2019.
Direktur Poltekkes Denpasar AA Ngurah Kusumajaya, SP., MPH., saat membuka KKN IPE di kampus Sidakarya, Rabu (15/1) menjelaskan, IPE adalah model KKN baru yang mengolaborasikan 6 displin ilmu dalam satu kelompok. Mereka bertugas sesuai kompetensi masing-masing di lapangan, sehingga masing-masing punya pengalaman, mengetahui tugas dan fungsinya. Apalagi, peserta KKN akan lulus dan rencananya diwisuda tahun ini.
“KKN IPE adalah proses pendidukan dimana sekelompok mahasiswa atau profesi kesehatan yangWhatsApp Image 2020-01-15 at 22.20.02 memiliki perbedaan latar belakang profesi melakukan pembelajaran bersama dalam periode tertentu berinteraksi dengan tujuan yang sama serta berkolaborasi dalam upaya promotif preventif kuratif rehabilitatif dan jenis pelayanan kesehatan lainnya,” jelas dia.
Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, lanjut Kusumajaya, prevalensi stunting balita di Indonesia masih 30,86 persen, sedangkan di Bali sebesar 21,9%. Jika dilihat angka stunting di Bangli, angkanya cukup mengkhawatirkan hampir 40 persen. Sedangkan di Klungkung masih di bawah itu. Karenanya, ia meminta para peserta KKN untuk mengedukasi dan melakukan pendampingan kepada masyarakat. Karena stunting tak hanya disebabkan faktor asupan makanan, tapi sangat kompleks seperti lingkungan dan sebagainya.
WhatsApp Image 2020-01-15 at 22.20.05Yang terpenting menurut dia, adalah memperhatikan betul 1000 hari kehidupan (mulai dalam kandungan hingga dua tahun). Karena 1000 hari adalah kunci dari kualitas kehidupan seseorang. “1000 hari ini yang mewanti-wanti kami pesankan ke mahasiswa. Nanti mereka akan mendampingi ibu-ibu hamil di Bangli dan Klungkung,” terangnya.
Pria yang menempuh studi magister di Australia ini mengingatkan seluruh pihak agar tidak meremehkan masalah stunting. Karena menyangkut kualitas generasi bangsa. “Jika merujuk data tadi, artinya status gizi balita termasuk mengkhawatirkan. Stunting bisa menyebabkan tubuh pendek bahkan bisa berdampak lebih serius lagi misalnya gangguan perkembangan otak, intelegensi, dan sistem kekebalan tubuh melemah dan dapat diturunkan dari satuWhatsApp Image 2020-01-15 at 22.20.03 generasi ke generasi lainnya,” ungkap dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan, peserta KKN IPE dari jurusan kebidanan, keperawatan, gizi, ahli teknologi lab medis, keperawatan gigi dan sanitarian akan dibagi kedalam 14 kelompok selanjutnya disebar di 30 desa di Klungkung. Sedangkan untuk di Bangli Poltekkes Denpasar menerjunkan 20 kelompok yang menyasar 22 desa.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang turut hadir dalam pembukaan KKN IPE tersebut memberi apresiasi seraya mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan mahasiswa Poltekes Denpasar. Ia mengajak KKN ini mendukung program Gema Santi, yang menjadi program pemerintahannya.
Pembukaan KKN tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Kadiskes Klungkung, Bangli, sejumlah camat dari dua kabupaten tersebut, sejumlah kepala desa, serta para dosen dan pegawai di lingkungan Poltekkes Denpasar.

TAUTAN TERKAIT