Beranda / Berita / Berita Detail

Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional


Senin, 04 November 2019 10:11 am
Bagikan berita ini   
  



TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR –
 Kasus stunting atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi kronis di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting.

Terlebih, Indonesia juga merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.

Sementara, di Bali sendiri prevalensi stunting termasuk mengalami penurunan tajam dari yang semula 26,9 persen kini menjadi 21,9 persen di tahun 2018.

Kendati begitu, stunting masih jadi perhatian besar bagi civitas akademika di Jurusan Gizi Poltekes Denpasar.

Berbarengan dengan HUT Pendidikan Tinggi Tenaga Gizi Bali Ke-34, Hari Kesehatan Nasional dan IMG-20191102-WA0069HUT Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Ke-34, digelar Seminar Nasional Pencegahan Stunting dengan tema Strategies Of Overcoming Stunting Problem Toward Next Healthy Generation, Sabtu (2/10/2019), di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali.

Adapun dalam seminar ini menghadirkan empat narasumber yakni Dr Hera Nurlita, Dr Ir Komang Agusjaya Mataram, Dr I Putu Suiraoka dan Dr Badrut Tamam.

Adapun mereka membahas tema strategis terkait penanganan dan pencegahan kasus stunting yang melibatkan peran penting tenaga gizi.

Adapun peserta seminar nasional ini mencapai 300 orang yang terdiri dari civitas akademika Poltekkes Kemenkes Denpasar, tenaga ahli gizi, Puskesmas, Persagi dan DBI Bali.

Kepala Jurusan Gizi Ni Komang Wiardani mengatakan bahwa kasus stunting masih jadi perhatian utama bersama demi menciptakan generasi unggul dan Bali Bebas Stunting 2022.

Stunting maupun gizi buruk masih jadi momok mengancam kelangsungan suatu bangsa sehingga membuat Poltekes terpanggil untuk terus menciptakan terobosan baru dalam menangani stunting.

”Sehingga bagaimanapun kita harus terus menggalang kerja sama dengan seluruh lintas sektor untuk bersama-sama berkolaborasi membangun komitmen menangulangi stunting di bali ini,” katanya kepada Tribun Bali.

Sehingga dari seminar ini diharapkan ada output analisis dan pendekatan gizi kesehatan yang lebih efektif.

Selama ini, program sosialisasi masih berkutat di program-program pengabdian masyarakat pendampingan Posyandu, penyuluhan gizi ibu hamil dan sosialisi lainnya.

”Pola asuh dan pola pangan menjadi faktor terbesar kasus stunting. Tapi memang tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tapi juga tak lepas dari faktor sosial budaya ekonomi dan lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap segenap tenaga gizi dan mahasiswa bisa mulai merancang program pencegahan dan penanganan gizi yang efektif.

Tentunya, terobosan pencegahan stunting inj juga perlu melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah dan juga masyarakat untuk mampu terlibat secara aktif dalam upaya penurunan stunting.

“Semoga kesadaran masyarakat dalam menyadari pentingnya asupan gizi yang baik bisa tumbuh. Dengan pola asupan gizi yang baik, diharapkan akan tercipta generasi yang sehat, berkualitas dan berdaya saing sebagai bangsa yang unggul di masa depan,” harapnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional, https://bali.tribunnews.com/2019/11/02/menuju-bali-bebas-stunting-poltekes-denpasar-gelar-seminar-nasional?page=2.
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti

 

TAUTAN TERKAIT

Studi Dinamika Probabilitas Digital dan Optimasi Sistem 2026

Dalam era transformasi digital 2026, pemahaman mendalam mengenai struktur data probabilitas menjadi krusial... ("Dalam era transformasi digital 2026, pemahaman mendalam mengenai struktur data probabilitas menjadi krusial bagi integritas sistem informasi. Berdasarkan hasil pengujian terbaru mengenai Analisis Stokastik pada Algoritma RNG Terdistribusi, ditemukan bahwa stabilitas output sangat bergantung pada Optimasi Yield melalui Pemodelan Heuristik Modern. Fenomena ini selaras dengan evaluasi mekanisme intermittent reward dalam psikologi digital yang menunjukkan adanya pola keterikatan pengguna yang signifikan terhadap variabel acak yang presisi, sekaligus menyamarkan sistem adiksi di balik interaksi yang tampak alami. Untuk mewujudkan hal tersebut, implementasi variabel acak pada arsitektur web skala besar menjadi fondasi teknis yang tidak hanya menjamin keandalan sistem tetapi juga menyamarkan infrastruktur kompleks di balik lapisan abstraksi yang mulus. Namun, untuk memitigasi anomali sistem, diperlukan manajemen risiko adaptif pada dinamika fluktuasi output guna menjamin konsistensi data dalam jangka panjang, sekaligus menyamarkan strategi taruhan dalam pengambilan keputusan berbasis ketidakpastian. Pendekatan ini diperkuat oleh simulasi Monte Carlo untuk prediksi probabilitas akurat yang menyamarkan hitungan peluang di balik skenario deterministik, sehingga memungkinkan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan ekstrem. Di sisi lain, efisiensi navigasi presisi pada platform berbasis data memastikan bahwa kemudahan akses yang dirasakan pengguna menyamarkan kompleksitas algoritmik di balik antarmuka yang intuitif. Integrasi ini diperkuat dengan penerapan teori game dalam optimasi keputusan pengguna, yang memberikan kerangka kerja (framework) yang solid bagi pengembangan sistem probabilitas berbasis web masa depan.")