Menjawab tantangan global di sektor kesehatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Need Assessment. Kegiatan yang digelar pada Selasa (2/9) di Auditorium kampus tersebut bertujuan merancang kurikulum dan strategi pengembangan Kelas Internasional guna mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing global.
Acara ini tidak hanya melibatkan akademisi internal, tetapi juga secara aktif menggalang kolaborasi dengan pemangku kepentingan kunci. Tampak hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta dua rumah sakit berstandar internasional di Bali, Bali International Hospital (BIH) dan Siloam Hospitals Bali.
Sinergi Membangun Masa Depan Tenaga Kesehatan Global
FGD dibuka secara resmi oleh Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Ibu Anna Kurniati, S.KM., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau mendukung penuh dengan diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu sinergi antara pendidikan tinggi kesehatan dengan dunia industri untuk menciptakan sumber daya manusia kesehatan yang adaptif dan kompetitif.
Dipandu oleh moderator Dr. Nyoman Budiani, diskusi berlangsung dinamis dan menghasilkan berbagai insight berharga. Para peserta dari berbagai latar belakang membahas secara mendetail mengenai kesenjangan kompetensi, peluang karir di luar negeri, serta merumuskan strategi kolaborasi untuk menyiapkan tenaga kesehatan, khususnya perawat, yang memenuhi standar pasar global.
Kompetensi Klinis Diakui, Fokus pada Penguatan Soft Skills
Salah satu temuan paling membanggakan dari FGD ini adalah pengakuan dari berbagai pihak terhadap kualitas kompetensi teknis klinis lulusan Poltekkes Denpasar. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Indah, seorang alumni yang sukses berkarir di Jerman, secara teknis, lulusan Poltekkes Denpasar dinilai sangat mumpuni dan tidak memiliki kesenjangan signifikan dengan standar yang diterapkan di luar negeri.
Hasil diskusi kemudian mengerucut pada dua area penguatan utama: penguasaan bahasa asing dan pembangunan kepercayaan diri (self-confidence). Beberapa solusi inovatif pun diusulkan, di antaranya:
Komitmen untuk Tindak Lanjut dan Realisasi
Kegiatan FGD Need Assessment ini menjadi batu pijakan yang fundamental bagi Poltekkes Kemenkes Denpasar. Semua masukan dan rekomendasi yang didapatkan akan segera ditindaklanjuti untuk mempercepat realisasi program Kelas Internasional.
Dengan komitmen ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar optimis dapat segera melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga percaya diri, mampu berkomunikasi efektif, dan siap berkontribusi pada sistem kesehatan global.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]