Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar AA Ngurah Kusumajaya, SP., MPH., membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Interprofesional Education (IPE) yang dikuti 695 peserta dari mahasiswa semester akhir dan para dosen pembimbing di Aula Kampus Poktekkes, Denpasar, Jumat (1/2).
KKN IPE yang ditutup akhir Februari 2019 itu mengolaborasikan enam profesi yang ada di Poltekkes di antara perawat, bidan, gizi, kesehatan lingkungan, keperawatan gigi dan analis kesehatan ditambah profesi lain (luar) sesuai standar pemerintah seperti profesi dokter, dokter gigi dan farmasi. Civitas Akademika Poltekkes bakal menggarap 28 desa yang tersebar di kecamatan Tegalalang, Ubud, Tampaksiring dan Gianyar.
Menurut AAN Kusumajaya, konsep pendidikan dewasa ini tidak boleh mengedepankan ego masing-masing profesi. Melainkan bersama-sama berkolaborasi dalam memecahkan persoalan serta mencari jalan keluarnya demi hasil yang maksimal. Melalui IPE ini, ia berharap para peserta didiknya mendapat bekal sebelum menjadi tenaga kesehatan.
Dia menambahkan, secara umum, KKN IPE 2019 ini bertujuan mewujudkan kemandirian keluarga dalam upaya menciptakan masyarakat sehat. Terlebih Ubud yang notabene destinasi pariwsata dunia pasti memiliki risiko permasalahan kesehatan cukup tinggi. “Kita beri perhatian khususnya di Ubud. Sebagai daerah pariwisata dunia, tentu permasalahan kesehatan lebih tinggi. Tapi kami sudah bekali mahasiswa kami untuk lebih meyadarkan masyarakat di daerah pariwisata,” kata AAN Kusumajaya.
Lebih lanjut ia mengatakan, KKN IPE Poltekes Denpasar yang merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi tahun ini, menjadi kelanjutan dari kegiatan pilot projet PKL IPE diwilayah kerja Puskesmas lI Denpasar Selatan tahun 2016, KKN Prodi D-IV keperawatan dan Kesehatan lingkungan.
Kepala dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KKN IPE tersebut. Kata dia, untuk mensukseskan progra. Pemerintah di bidang kesehatan, tidak bisa berjalan sendiri. “Kita semua harus bergandeng tangan. Apalagi Poltekkes Denpasar ini adalah perpanjangan tangan dari Kemenkes (pemerintah),” sebutnya.
Praktik IPE di jenjang perguruan tinggi, sambung dia, dapat melatih serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerjasama antar mahasiswa sejak dini. Kemampuan komunikasi dan bekerjasama antarprofesi kesehatan ini sangat dibutuhkan saat terjun ke masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan.
Dengan banyaknya peserta KKN IPE Tahun 2019, diupayakan kegiatan dapat lebih memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Adanya kolaborasi antar profesi kesehatan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Praktik IPE yang dilaksanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini menjadi ajang belajar bagi mahasiswa untuk mengaitkan antara dunia akademik-teoritik dengan dunia empirik-praktis bagi pemecahan permasalahan kesehatan masyarakat agar masyarakat mampu memberdayakan dirinya untuk menolong diri mereka sendiri. Pembekalan juga dihadiri Kadiskes Kabupaten Gianyar dan jajaran.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]