Pada Selasa, 19 November 2024, suasana penuh semangat terasa di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Dengan sistem daring, para pengelola dan jurusan dari berbagai program studi berkumpul untuk mengikuti workshop penting tentang Pengisian Borang Prodi Teknologi Bank Darah. Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni 19-20 November 2024, ini bukan hanya soal pengisian borang semata, tetapi juga menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga Teknologi Bank Darah di Indonesia. Tak hanya itu, workshop ini juga menjadi ajang pengumuman rencana pembukaan program studi baru yang akan mendukung kebutuhan tersebut.
Workshop ini menjadi ajang untuk menggali lebih dalam mengenai Kebutuhan dan Kompetensi Tenaga Teknologi Bank Darah di tanah air. Sebuah topik yang sangat relevan, mengingat pentingnya keberadaan bank darah dalam sistem kesehatan nasional. Dengan adanya teknologi yang semakin berkembang, tenaga ahli di bidang ini harus memiliki kompetensi yang memadai agar dapat memberikan pelayanan optimal.
Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep.,Ners.,M.Kes, selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, membuka acara dengan harapan besar akan penguatan kualitas pendidikan. “Melalui workshop ini, kami berharap dapat membantu seluruh peserta memahami pentingnya pengisian borang yang tepat, sebagai bentuk evaluasi dan pemetaan kompetensi yang diperlukan dalam dunia kesehatan, khususnya dalam bidang teknologi bank darah,” ujar Dr. Sri Rahayu dalam sambutannya.
Meningkatnya kebutuhan akan tenaga profesional di bidang Teknologi Bank Darah menjadi alasan utama di balik diadakannya workshop ini. Di Indonesia, perkembangan jumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang memerlukan darah sebagai bagian penting dalam pelayanan medis, semakin pesat. Ini mengharuskan adanya tenaga ahli yang tidak hanya terampil, tetapi juga terukur kompetensinya melalui sertifikasi dan akreditasi yang sistematis.
Salah satu bagian yang menarik dalam workshop ini adalah pengumuman rencana pembukaan Program Studi Teknologi Bank Darah di Poltekkes Kemenkes Denpasar. Program studi ini nantinya akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang siap mengelola dan memanfaatkan teknologi dalam operasional bank darah. Hal ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan tenaga profesional yang sangat dibutuhkan di sektor kesehatan.
Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli, Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp., M.Kes, dan Nia Lukita Ariani, SSi., MSc, yang mengulas tuntas soal teknik pengisian borang prodi dan pentingnya pencapaian standar kompetensi bagi tenaga kerja di bidang ini. “Pengisian borang bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah strategis dalam menciptakan standar kompetensi yang jelas untuk tenaga teknologi bank darah,” jelas Dr. Ni Luh.
Melalui sesi diskusi yang interaktif, para peserta workshop juga mendapatkan pemahaman tentang langkah-langkah konkret dalam merancang dan mengembangkan kurikulum prodi yang relevan dengan tuntutan industri kesehatan saat ini. Selain itu, para pengelola program studi diharapkan dapat lebih memahami pentingnya pengisian borang untuk menjaga kredibilitas pendidikan tinggi di bidang teknologi bank darah.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bagaimana cara menjamin kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan relevansi kurikulum yang diajarkan. Nia Lukita Ariani, SSi., MSc, memberikan panduan praktis tentang bagaimana proses akreditasi dan pengisian borang dapat membantu meningkatkan kualitas pengajaran dan layanan di institusi pendidikan kesehatan.
Workshop ini akhirnya tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teknis, tetapi juga wadah untuk membangun kesadaran akan pentingnya keselarasan antara kebutuhan industri dan kompetensi yang diajarkan di lembaga pendidikan. Dengan harapan bahwa setiap tenaga ahli yang terlahir dari Poltekkes Kemenkes Denpasar, dapat menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi dunia kesehatan Indonesia, khususnya di bidang teknologi bank darah.
Rencana pembukaan Program Studi Teknologi Bank Darah ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk menjawab kekurangan tenaga terampil di sektor ini. Dengan kurikulum yang sudah dirancang sesuai dengan standar industri, lulusan dari prodi ini akan memiliki kompetensi yang lebih siap menghadapi dunia kerja. Selain itu, prodi baru ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, terutama dalam hal pengelolaan dan distribusi darah yang semakin mendesak.
Akhirnya, acara ini ditutup dengan semangat optimisme. Semua pihak yang terlibat sepakat bahwa pengisian borang prodi bukan hanya sebuah kewajiban administratif, tetapi bagian integral dari upaya mewujudkan standar kompetensi yang lebih tinggi di dunia pendidikan kesehatan.
Melalui workshop ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tenaga teknologi bank darah di Indonesia. Tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan administratif, pengisian borang menjadi langkah strategis untuk menciptakan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang. Rencana pembukaan prodi baru ini menjadi bukti bahwa Poltekkes Denpasar siap berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang yang sangat vital ini.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]