Beranda / Berita / Berita Detail

PENGABMAS DOSEN JURUSAN GIZI DI SUSUT,BANGLI


Jumat, 12 Agustus 2016 12:08 pm
Bagikan berita ini   
  


LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
DI DESA SELAT, KECAMATAN SUSUT, KABUPATEN BANGLI

 

Nama Kegiatan :  Pemanfaatan Ubi Jalar dan Talas menjadi Tepung Termodifikasi  (Modified Flour) dan Aplikasi Pengolahan Tepung Termodifikasi pada Olahan Berbasis tepung terigu.

Tempat dan Waktu Kegiatan  :  Aula Desa Selat, Kecamatan Susut, kabupaten Bangli.

Peserta Kegiatan  :  Kader Kesehatan di masing-masing Banjar dan Staf Desa Selat.

Deskripsi Kegiatan :

Latar Belakang Kegiatan :

pengabmas gizi susut.jpgUpaya perbaikan gizi dan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan-bahan pangan lokal, sehingga masyarakat dapat mudah memperolehnya dengan harga relatif murah dan mudah dikembangkan.  Hal ini sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden (PP) Nomor 22 Tahun 2009, tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.  Beberapa bahan makanan lokal yang cukup banyak dibudidayakan masyarakat adalah ubi jalar (Ipomoea batatas L) dan talas (Colocasia esculenta (L) Schoot).

Ubi jalar, di samping sumber karbohidrat, juga kaya akan vitamin, mineral serta senyawa bioaktif seperti antosianin dan scopoletin (Bradbury and Holloway, 1988). Talas, di samping kaya karbohidrat, juga dikenal sebagai bahan sumber serat.  Kandungan serat talas sebesar 5,3 gram per 100 gram bahan.  Jumlah ini dianggap mampu memenuhi 20,5% kebutuhan serat sehari. Hanya saja, pemanfaatan ubi jalar sebagian besar masih untuk konsumsi segar yakni bahan pembuatan makanan tradisional, bahkan ada yang dijadikan sebagai makanan ternak, dan hanya sebagian kecil yang diolah dalam bentuk pasta atau tepung (Dirjen IKM, 2009).

Maka perlu kiranya upaya pengembangan dalam bentuk diversifikasi produk ubi jalar dan talas.pengabmas gizi susut.jpg  Salah satu bentuk diversifikasi, peningkatan gizi dan perbaikan mutu sensoris produk ubi jalar dan talas adalah mengolah bahan-bahan tersebut menjadi tepung termodifikasi (modified flour).  Menurut Prasaja (2012) tepung termodifikasi ini adalah olahan umbi-umbian yang dilakukan dengan memfermentasi komoditi sumber karbohidrat seperti ubi jalar dan talas dengan bantuan enzim atau mikroba seperti bakteri asam laktat (BAL). Keuntungan dari tepung umbi-umbian termodifikasi ini adalah daya cerna lebih tinggi, serat larut (soluble fiber) lebih tinggi, senyawa oligosakarida lebih rendah, tidak mengandung gluten dan karakteristiknya yang menyerupai tepung terigu sehinga bisa digunakan untuk mensubstitusi tepung terigu dalam produksi makanan.

Untuk itulah penting kiranya memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan demonstrasi pemanfaatan ubi jalar dan talas menjadi tepung termodifikasi (modified flour) di Desa Selat, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

Tujuan kegiatan :

  • Memberikan penyuluhan tentang pentingnya diversifikasi makanan dan pengetahuan gizi ubi jalar dan talas.
  •  Melakukan demonstrasi cara membuat tepung ubi jalar termodifikasi (mosela) dan tepung talas termodifikasi (mobote) dan mengolah menjadi kue

Pelaksanaan Kegiatan :

pengabmas gizi susut.jpgKegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Agustus 2014 oleh para Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar di Aula Desa Selat Kecamatan Susut Kabupaten Bangli ini diawali dengan pemberian penyuluhan tentang Pentingnya Diversifikasi Makanan oleh Anak Agung Gede Raka Kayanaya, SST, M.Kes. Setelah itu, penyuluhan tentang Pengetahuan  Gizi Ubi Jalar dan Talas disampaikan oleh Ni Putu Agustini, SKM, M.Kes.

Pada sesi berikutnya, peserta pengabdian masyarakat yang hadir menyaksikan demonstrasi cara pembuatan tepung ubi jalar termodifikasi (mosela) dan talas termodifikasi (mobote) oleh Badrut Tamam, STP, M.Biotech.  Demonstrasi pembuatan tepung mosela dan mobote tersebut diikuti dengan pembuatan kue jajanan (bolu kukus). Kegiatan demonstrasi ini juga dibantu oleh beberapa Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar yaitu Suma Shinta, Esa Thereza dan Rika.

Dari hasil pre test dan post test menunjukkan pengetahuan para peserta yang hadir mengalami peningkatan.  Mereka juga merasa sangat senang dan berkesan dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini.  Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa berlangsung berkesinambungan.

Di akhir kegiatan, I Wayan Windu Ardana (Perbekel Desa Selat) menyampaikan rasa senang terhadap kegiatan pengabdian masyarakat tersebut karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran  sekaligus dapat memberdayakan masyarakat dari sisi ekonomi.  Lebih lanjut, beliau mengharap kerja sama ini tetap berlangsung dan meminta bahan fermentasi (enzim) agar tersedia di Desa Selat.

Penutup :

  • Karena antusiasme masyarakat dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut sangat besar serta merasakan pentingnya pengetahuan dan ilmu yang mereka terima selama pengabdian masyarakat tersebut, maka perlu kiranya pengabdian masyarakat ini dilanjutkan di desa atau kabupaten lain penghasil komoditi ubi jalar dan talas.
  •  Perlunya kerjasama dengan pihak pemerintah daerah kabupaten atau walikota untuk mensosialisasikan metode pembuatan tepung mosela dan mobote tersebut.
  • Perlunya pelatihan pembuatan produk olahan dari tepung Mosela dan Mobote kepada masyarakat untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan melalui teknologi tepat guna.

TAUTAN TERKAIT

Studi Dinamika Probabilitas Digital dan Optimasi Sistem 2026

Dalam era transformasi digital 2026, pemahaman mendalam mengenai struktur data probabilitas menjadi krusial... ("Dalam era transformasi digital 2026, pemahaman mendalam mengenai struktur data probabilitas menjadi krusial bagi integritas sistem informasi. Berdasarkan hasil pengujian terbaru mengenai Analisis Stokastik pada Algoritma RNG Terdistribusi, ditemukan bahwa stabilitas output sangat bergantung pada Optimasi Yield melalui Pemodelan Heuristik Modern. Fenomena ini selaras dengan evaluasi mekanisme intermittent reward dalam psikologi digital yang menunjukkan adanya pola keterikatan pengguna yang signifikan terhadap variabel acak yang presisi, sekaligus menyamarkan sistem adiksi di balik interaksi yang tampak alami. Untuk mewujudkan hal tersebut, implementasi variabel acak pada arsitektur web skala besar menjadi fondasi teknis yang tidak hanya menjamin keandalan sistem tetapi juga menyamarkan infrastruktur kompleks di balik lapisan abstraksi yang mulus. Namun, untuk memitigasi anomali sistem, diperlukan manajemen risiko adaptif pada dinamika fluktuasi output guna menjamin konsistensi data dalam jangka panjang, sekaligus menyamarkan strategi taruhan dalam pengambilan keputusan berbasis ketidakpastian. Pendekatan ini diperkuat oleh simulasi Monte Carlo untuk prediksi probabilitas akurat yang menyamarkan hitungan peluang di balik skenario deterministik, sehingga memungkinkan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan ekstrem. Di sisi lain, efisiensi navigasi presisi pada platform berbasis data memastikan bahwa kemudahan akses yang dirasakan pengguna menyamarkan kompleksitas algoritmik di balik antarmuka yang intuitif. Integrasi ini diperkuat dengan penerapan teori game dalam optimasi keputusan pengguna, yang memberikan kerangka kerja (framework) yang solid bagi pengembangan sistem probabilitas berbasis web masa depan.")