LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA SELAT, KECAMATAN SUSUT, KABUPATEN BANGLI
Nama Kegiatan : Pemanfaatan Ubi Jalar dan Talas menjadi Tepung Termodifikasi (Modified Flour) dan Aplikasi Pengolahan Tepung Termodifikasi pada Olahan Berbasis tepung terigu.
Tempat dan Waktu Kegiatan : Aula Desa Selat, Kecamatan Susut, kabupaten Bangli.
Peserta Kegiatan : Kader Kesehatan di masing-masing Banjar dan Staf Desa Selat.
Deskripsi Kegiatan :
Latar Belakang Kegiatan :
Upaya perbaikan gizi dan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan-bahan pangan lokal, sehingga masyarakat dapat mudah memperolehnya dengan harga relatif murah dan mudah dikembangkan. Hal ini sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden (PP) Nomor 22 Tahun 2009, tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Beberapa bahan makanan lokal yang cukup banyak dibudidayakan masyarakat adalah ubi jalar (Ipomoea batatas L) dan talas (Colocasia esculenta (L) Schoot).
Ubi jalar, di samping sumber karbohidrat, juga kaya akan vitamin, mineral serta senyawa bioaktif seperti antosianin dan scopoletin (Bradbury and Holloway, 1988). Talas, di samping kaya karbohidrat, juga dikenal sebagai bahan sumber serat. Kandungan serat talas sebesar 5,3 gram per 100 gram bahan. Jumlah ini dianggap mampu memenuhi 20,5% kebutuhan serat sehari. Hanya saja, pemanfaatan ubi jalar sebagian besar masih untuk konsumsi segar yakni bahan pembuatan makanan tradisional, bahkan ada yang dijadikan sebagai makanan ternak, dan hanya sebagian kecil yang diolah dalam bentuk pasta atau tepung (Dirjen IKM, 2009).
Maka perlu kiranya upaya pengembangan dalam bentuk diversifikasi produk ubi jalar dan talas. Salah satu bentuk diversifikasi, peningkatan gizi dan perbaikan mutu sensoris produk ubi jalar dan talas adalah mengolah bahan-bahan tersebut menjadi tepung termodifikasi (modified flour). Menurut Prasaja (2012) tepung termodifikasi ini adalah olahan umbi-umbian yang dilakukan dengan memfermentasi komoditi sumber karbohidrat seperti ubi jalar dan talas dengan bantuan enzim atau mikroba seperti bakteri asam laktat (BAL). Keuntungan dari tepung umbi-umbian termodifikasi ini adalah daya cerna lebih tinggi, serat larut (soluble fiber) lebih tinggi, senyawa oligosakarida lebih rendah, tidak mengandung gluten dan karakteristiknya yang menyerupai tepung terigu sehinga bisa digunakan untuk mensubstitusi tepung terigu dalam produksi makanan.
Untuk itulah penting kiranya memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan demonstrasi pemanfaatan ubi jalar dan talas menjadi tepung termodifikasi (modified flour) di Desa Selat, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
Tujuan kegiatan :
Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Agustus 2014 oleh para Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar di Aula Desa Selat Kecamatan Susut Kabupaten Bangli ini diawali dengan pemberian penyuluhan tentang Pentingnya Diversifikasi Makanan oleh Anak Agung Gede Raka Kayanaya, SST, M.Kes. Setelah itu, penyuluhan tentang Pengetahuan Gizi Ubi Jalar dan Talas disampaikan oleh Ni Putu Agustini, SKM, M.Kes.
Pada sesi berikutnya, peserta pengabdian masyarakat yang hadir menyaksikan demonstrasi cara pembuatan tepung ubi jalar termodifikasi (mosela) dan talas termodifikasi (mobote) oleh Badrut Tamam, STP, M.Biotech. Demonstrasi pembuatan tepung mosela dan mobote tersebut diikuti dengan pembuatan kue jajanan (bolu kukus). Kegiatan demonstrasi ini juga dibantu oleh beberapa Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar yaitu Suma Shinta, Esa Thereza dan Rika.
Dari hasil pre test dan post test menunjukkan pengetahuan para peserta yang hadir mengalami peningkatan. Mereka juga merasa sangat senang dan berkesan dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa berlangsung berkesinambungan.
Di akhir kegiatan, I Wayan Windu Ardana (Perbekel Desa Selat) menyampaikan rasa senang terhadap kegiatan pengabdian masyarakat tersebut karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sekaligus dapat memberdayakan masyarakat dari sisi ekonomi. Lebih lanjut, beliau mengharap kerja sama ini tetap berlangsung dan meminta bahan fermentasi (enzim) agar tersedia di Desa Selat.
Penutup :
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]