Dalam upaya mewujudkan lulusan keperawatan yang berkaliber internasional, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Kelas Internasional. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (8-9 September 2025) secara daring via Zoom Meetings ini menghadirkan deretan pakar dan praktisi untuk membedah strategi penguatan kurikulum dan metode pembelajaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Kesehatan Kesehatan, Bapak Albertus Yudha Poerwadi, SE, M.Si, CA, CPMA, beliau mendukung penuh dengan terlaksananya kegiatan workshop ini, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan berstandar internasional di fasilitas kesehatan. Turut hadir sejumlah narasumber kunci dari berbagai institusi pendidikan dalam dan luar negeri seperti MSU Malaysia, CEU Philipine, dan Binawan University. Selain itu, juga dihadiri oleh instansi terkait seperti AIPNI, AIPVIKI, Kolegium Keperawatan, PPNI, serta perwakilan alumni yang telah mengukir karier di luar negeri.
Komitmen Kuat di Bawah Pimpinan Dr. Sri Rahayu
Dr. Sri Rahayu, Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, dalam sambutannya menegaskan komitmen institusi yang dipimpinnya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Workshop ini merupakan wujud keseriusan kami dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam mengadopsi kurikulum internasional dan meningkatkan kemampuan critical thinking mahasiswa,” ujarnya.
Hari Pertama: Pendalaman Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)
Sesi hari pertama difokuskan pada pendalaman dan penyesuaian kurikulum menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Prof. Dr. Nursalam dari Kolegium Keperawatan memaparkan langkah-langkah transformasi menuju Kelas Internasional, termasuk restrukturisasi kurikulum dan proses memperoleh pengakuan internasional. “Kita perlu membangun kampus dengan semangat Innopreneurial Competencies kreatif, kolaboratif, berpikir sistematis, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dr. Harif Fadhillah dari PPNI menambahkan pentingnya standar profesi dan kompetensi internasional sebagai acuan dalam mencetak perawat yang siap bersaing secara global. Workshop semakin hidup dengan sharing session inspiratif dari dua alumni, Ns. Putu Surya Swarnata dan Ns. Putu Eka Damayanti, yang berbagi pengalaman bekerja di luar negeri, termasuk tantangan bahasa, adaptasi dengan teknologi medis mutakhir, serta pentingnya critical thinking dan evidence-based practice.
Hari Kedua: Standar Kompetensi dan Pembelajaran dari Pengalaman Lapangan
Hari kedua workshop mengangkat topik standar kompetensi internasional dan pembelajaran dari pengalaman nyata. Prof. Kusman Ibrahim dari AIPNI menekankan bahwa keselarasan kurikulum dengan standar global dan pembangunan cultural competence mahasiswa menjadi kunci utama. “Pendidikan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Kurikulum OBE dengan Student Center Learning adalah fondasinya,” paparnya.
Pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Maryana dari AIPViKI yang menyoroti pentingnya keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), proses belajar, dan sistem penilaian untuk memenuhi tuntutan pasar global. Narasumber dari institusi luar negeri menyoroti mengenai kemampuan adaptif mahasiswa, dan kompetensi sesuai dengan negara yang dituju.
Diskusi Interaktif dan Langkah ke Depan
Seluruh sesi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa, strategi mempersiapkan karier ke luar negeri, hingga penerapan pembelajaran bilingual dan english day untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa.
Melalui workshop ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap dapat segera mengimplementasikan kurikulum dan metode pembelajaran yang adaptif dan berstandar global, guna menghasilkan perawat-perawat Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di kancah internasional.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]