Beranda / Berita / Berita Detail

WORKSHOP PEMETAAN KEBUTUHAN TOPIK PENELITIAN PROVINSI BALI – LINK AND MATCH PENELITIAN POLTEKKES DENPASAR 2017-2019


Kamis, 24 Agustus 2017 09:08 am
Bagikan berita ini   
  


ws penelitian 2017 aPoliteknik Kesehatan (Poltekkes Denpasar), yang bernaung di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berkomitmen memberikan kontribusi terhadap pembangunan kesehatan masyarakat di Provinsi Bali melalui program link and match  dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali.

Program itu diperluas dengan memetakan permasalahan kesehatan di masing-masing kabupaten/kota se-bali, selanjutnya ditindaklanjuti melalui penelitian oleh para dosen dan mahasiswa di lingkungan Poltekkes Denpasar. Demikian dikatakan Direktur Poltekkes Denpasar AA Ngurah Kusumajaya,SP,MPH, saat membuka Workshop bertema “Pemetaan Topik Kebutuhan Penelitian Kesehatan Provinsi Bali” di Auditorium Kampus Poltekkes Denpasar, pada Rabu (9/8) kemarin.

“Hari ini kami undang Bappeda, Kadiskes Provinsi Bali, dan Kadiskes Kabupaten/Kota se-Bali. Kita ws penelitian 2017 bdengarkan paparan Bappeda tentang proyeksi pembangunan kesehatan di Bali, selanjutnya mendengarkan paparan permasalahan kesehatan di tiap kabupaten/kota,” paparnya. Ia berharap, tenaga dosen di Poltekkes Denpasar, terlebih yang bergelar Doktor, mampu memberikan hasil yang maksimal melalui penelitian, solusi dan rekomendasi dari penelitian tersebut.

Kusumajaya mengakui, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinkes, sudah melakukan pembangunan kesehatan dengan baik, hanya saja, selama ini masih menggunakan data nasional, seperti riset kesehatan dasar (riskesda) yang dinilai kurang menyentuh secara detail karena bersifat sampling. “Pembangunan Kesehatan tentunya nanti dituntut berbasis bukti. Dengan cara memetakan permasalahan kesehatan secara detail seperti ini, diharapkan datanya lebih akurat,” harap peraih gelar magister di Australia ini.

ws penelitian 2017 cMasih menurut Kusumajaya, penelitian yang akan dilakukan oleh timnya, bukan sekedar penelitian yang mencari masalah, namun bisa saja mengintervensi permasalahan yang sudah ada, untuk mendapatkan solusi. Kemudian,lanjut dia, hasl penelitian itu bakal dikembalikan kepada bupati/walikota masing-masing sebagai bahan kajian menentukan kebijakan bidang kesehatan.

“Seandainya berhasil, hasil penelitian itu bisa kita replikasikan di daerah lain terhadap permasalahan kesehatan serupa, jadi nggak ngulang lagi dari awal”,ujar Kusumajaya

Lebih lanjut, Kusumajaya membeberkan, tahun ini Poltekkes Denpasar sudah menggarap 18 Judul penelitian yang dianggap permasalahan kesehatan prioritas di Provinsi Bali. Di Tahun berikutnya, ia ingin penelitian semakin meningkat. “Biaya penelitian diberikan oleh Kemenkes RI. Tahun depan kita berencana menggandeng pihak swasta seperti LSM. Intinya penelitian ini untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk Dosen semata”, kata dia memungkasi.

TAUTAN TERKAIT