Beranda / Berita / Berita Detail

PELATIHAN PERAWATAN DASAR MIKROSKOP


Kamis, 23 Maret 2017 09:03 am
Bagikan berita ini   
  


Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Denpasar memiliki komitmen untuk mengembangkan ketrampilan terkait kompetensi di kalangan mahasiswa. Salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan adalah melalui kegiatan PELATIHAN PERAWATAN DASAR MIKROSKOP. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan/kompetensi ATLM dan/atau petugas laboratorium serta mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan di bidang penggunaan dan pemeliharaan mikroskop yang baik dan benar.

Acara pelatihan dibuka oleh Pembantu Direktur I, Ibu Gusti Ayu Marhaeni, S.KM., M.Biomed. Beliau berharap setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat mengoperasikan mikroskop dengan baik dan benar, juga dapat melakukan perawatan dasar mikroskop, perbaikan ringan, hingga mampu melakukan pemilihan mikroskop sesuai kebutuhan laboratorium.

Pelatihan Perawatan Dasar Mikroskop ini  diikuti sebanyak 125 orang terdiri dari 57 mahasiswa tingkat II dan 37 mahasiswa tingkat III Program Studi DIII Analis Kesehatan, serta 30 orang dosen dan instruktur di Lingkungan Politeknik Kesehatan Denpasar yang berlangsung sejak tanggal 27 Februari – 3 Maret 2017.  Bertempat di Auditorium Politeknik Kesehatan Denpasar. Peserta mendapatkan materi yang terbagi atas 2 (dua) sesi yaitu : Sesi-1 (Teori)  yang membahas tentang anatomi mikroskop (bagian dan fungsi), metode observasi, sistem penyimpanan data, terminologi optik, kalibrasi dan lain-lain. Sesi-2 (Praktek) mengenai praktek langsung perawatan dasar mikroskop, yang dibimbing oleh narasumber dari Jakarta, Bapak Anang Rafli.

Mengingat provinsi Bali relatif jauh dari kota Surabaya atau Jakarta yang merupakan kantor pusat Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mikroskop, serta dengan luas wilayah dan jumlah populasi mikroskop di provinsi ini yang sangat banyak, maka tidak mungkin bagi teknisi untuk dapat melakukan perawatan rutin maupun perbaikan mikroskop di lapangan untuk seluruh wilayah provinsi Bali. Sehingga dengan memiliki kemampuan untuk melakukan pemeliharaan maupun perbaikan ringan pada mikroskop, harapannya setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, maka kendala yang dihadapi selama ini dapat diminimalisir hingga dihilangkan akibat sangat minimnya ketersediaan teknisi khusus di bidang mikroskop, ketersediaan suku cadang hingga kurangnya pengetahuan tentang pemeliharaan mikroskop. (lawk)

IMG_2706IMG_2612IMG_2869IMG_2687

TAUTAN TERKAIT