Denpasar, Bali. Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar resmi mengawali rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, yakni luring di lingkungan kampus bagi panitia dan narasumber serta daring melalui Zoom Meeting bagi mahasiswa baru, menjadi momentum awal dalam memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus menanamkan budaya organisasi dan nilai-nilai institusi yang berlandaskan BERDAYA (Berintegritas, Empati, Responsif, Disiplin, Adaptif, Yakin, dan Aktif).
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, doa bersama, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars, dan Himne Poltekkes Kemenkes Indonesia. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan di perguruan tinggi. Materi tersebut meliputi pengenalan Jurusan dan Program Studi Keperawatan, visi dan misi institusi, sistem pembelajaran berbasis kompetensi, kurikulum, mekanisme penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), peran dosen pembimbing akademik, serta layanan akademik dan kemahasiswaan. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai etika kehidupan kampus, organisasi kemahasiswaan, pengembangan karakter, budaya akademik, serta peluang pengembangan prestasi dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi pre-test, diskusi interaktif, dan tanya jawab sebagai sarana memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui pelaksanaan PKKMB ini, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar berkomitmen membentuk mahasiswa baru yang mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, memahami sistem pendidikan yang akan dijalani, serta memiliki semangat belajar, integritas, dan profesionalisme sejak awal perkuliahan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan siap berkembang menjadi lulusan keperawatan yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Denpasar, Bali. 17 Juli 2026. Komitmen membangun budaya siaga bencana terus diperkuat melalui Diskusi Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Forum Studi Siaga Bencana (FSSB) DKI Jakarta dan Bali, serta diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan sebagai wujud kolaborasi lintas daerah dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Diskusi ini bertujuan memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan praktik terbaik dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, respons, hingga pemulihan pascabencana di lingkungan pendidikan kesehatan. Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman lapangan, peserta memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai pentingnya membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Mengusung semangat “Bersinergi, Berbagi Pengalaman, Membangun Ketangguhan untuk Kesehatan yang Lebih Baik,” kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh kolaborasi antarlembaga, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mewujudkan kampus yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan inovasi, mempercepat koordinasi, dan memperkuat budaya kesiapsiagaan sebagai fondasi dalam melindungi sivitas akademika dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Poltekkes Kemenkes Denpasar bersama FSSB DKI Jakarta dan Bali menegaskan bahwa ketangguhan terhadap bencana dibangun melalui kolaborasi, pengetahuan, dan aksi nyata yang berkelanjutan.
Komitmen Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berdaya saing internasional kembali diwujudkan melalui program Penerimaan Mahasiswa Internship di RS Yokokura, Jepang. Program ini bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi klinis, memperluas wawasan, serta membangun karakter profesional dalam lingkungan pelayanan kesehatan berstandar internasional.
Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman berharga dalam memahami budaya kerja, disiplin, etika profesi, serta inovasi pelayanan kesehatan yang diterapkan di Jepang. Interaksi langsung dengan tenaga kesehatan dan sistem pelayanan di RS Yokokura diharapkan mampu memperkaya pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi dan komunikasi lintas budaya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era global.
Keberangkatan mahasiswa terbaik menuju RS Yokokura merupakan bukti bahwa mimpi besar selalu dimulai dari langkah yang berani. Setiap proses yang dijalani, mulai dari seleksi, pembelajaran, hingga praktik di lapangan, adalah bagian dari perjalanan untuk menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Bagi seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar, jadikan program ini sebagai inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri. Jangan pernah ragu untuk belajar, mencoba hal baru, dan mempersiapkan diri menghadapi peluang di tingkat internasional. Prestasi bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang keberanian untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Semoga mahasiswa yang mengikuti internship di RS Yokokura dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama
Upaya menekan angka kasus hipertensi di masyarakat terus diperkuat melalui pemberdayaan kader kesehatan berbasis komunitas. Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Majelis Taklim Masjid dalam Deteksi Dini dan Pengendalian Hipertensi di Masjid Sadar, Jalan Tegalwangi Gang Kenanga No. 13, Sesetan, Denpasar Selatan. Pada Tanggal 23 mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 kader kesehatan dari berbagai majelis taklim dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi hipertensi sejak dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mendampingi masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer.
Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan, pelatihan pengukuran tekanan darah yang benar, edukasi pola hidup sehat, hingga simulasi pendampingan bagi masyarakat yang memiliki risiko hipertensi.
Ketua tim pengabdian, Suratiah, S.Kep., Ners., M.Biomed., mengatakan, ” Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya. Tegasnya.
Tambahnya, saat ini majelis taklim memiliki peran strategis karena memiliki kedekatan sosial dan spiritual dengan masyarakat. Melalui kader kesehatan yang dibekali pengetahuan dan keterampilan memadai, edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah rutin serta penerapan gaya hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak warga, ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengukuran tekanan darah yang sesuai standar, identifikasi faktor risiko hipertensi, penerapan pola makan rendah garam, pentingnya aktivitas fisik, pengelolaan stres, hingga kepatuhan menjalani pengobatan bagi penderita hipertensi.
Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian juga membuka layanan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi anggota majelis taklim yang hadir. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana skrining awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka.
Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan skrining hipertensi serta menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Para kader juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala di lingkungan majelis taklim masing-masing.
Program ini dinilai sejalan dengan berbagai upaya pencegahan penyakit tidak menular yang menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan berbasis komunitas juga diyakini mampu membantu menekan risiko komplikasi hipertensi, seperti stroke dan penyakit jantung.
Melalui kegiatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini hipertensi dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah munculnya penyakit kronis di kemudian hari.
Dalam rangka 8th International Student Exchange Program-Outbound (ISEPO), Poltekkes Kemenkes Denpasar mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi dan memfasilitasi kunjungan dari para mahasiswa dari Centro Escolar University (CEU), School of Nursing Filipina. Mahasiswa dari CEU Filipina berjumlah sebanyak tujuh orang, dan sudah berada di Poltekkes dari tanggal 11 April 2026. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan mulai dari Tour Kampus, pengenalan tentang Poltekkes Denpasar, pengenalan pembelajaran di Poltekkes Denpasar, dan juga melakukan pengabdian masyarakat bersama dosen dan mahasiswa Poltekkes Denpasar. Tidak lupa juga mereka diperkenalkan dengan kebudayaan di Bali mulai dari pengelukatan, pengenalan dan pembuatan makanan khas Bali dan sebagainya. Mereka terlihat sangat antusias dan gembira mengenal Poltekkes Denpasar dan dilibatkan langsung dalam kegiatan-kegiatan di Poltekkes Denpasar.
Pada kesempatan kali ini tanggal 27 April 2026, para mahasiswa CEU Filipina berkesempatan untuk ikut bersama Apel Disiplin di Jurusan Keperawatan, mereka sambil berkenalan dengan semua civitas akademika Poltekkes Denpasar jurusan Keperawatan. Sambil memperkenalkan diri mereka juga menunjukkan keantusiasannya kepada sambutan dari Seluruh Civitas Jurusan Keperawatan. Seluruh civitas merasa sangat gembira bisa berkenalan dan menyambut para mahasiswa CEU Filipina. Untuk jadwal hari ini akan ada demo tentang biomassage dan hospital tour.
Kamis, 12 Desember 2024
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar mendapatkan kunjungan dari Founder Rumah Sakit yang berada di Jepang mengenai pelaksanaan Program Internship Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar di Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Desember 2024.
Dalam kunjungan ini pihak founder program internship dari Jepang melakukan wawancara kepada seluruh mahasiswa jurusan keperawatan yang baru saja lulus mengenai ketertarikan mereka untuk mengikuti program internship ini. Dari hasil wawancara yang dilakukan sebagian besar mahasiswa jurusan keperawatan sangat tertarik untuk mengikuti program internship di Jepang ini.
Selain dilakukan wawancara untuk seluruh mahasiswa jurusan keperawatan yang berminat dalam program ini, juga dilakukan sesi diskusi bersama para dosen dan ketua jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar mengenai keberlanjutan pelaksanaan program internship ini. Ketua jurusan keperawatan berharap agar program ini dapat terus terlaksana sehingga nantinya banyak mahasiswa jurusan keperawatan yang mengikuti program internship ini sehingga mereka mendapatkan pengalaman kerja yang baru di luar negeri. Hal ini tentunya juga sebagai salah satu bentuk implementasi dalam mewujudkan peningkatan mutu dari lulusan yang dihasilkan agar kedepannya semakin berkembang dan sesuai dengan visi dari Jurusan Keperawatan yaitu “Unggul dan Mendunia” .
Rabu, 11 Desember 2024
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar mendapatkan kunjungan dari delegasi World Health Organization South-East Asia Regional Office (WHO SEARO) yang merupakan perwakilan delegasi dari negara-negara yang ada di Asia Tenggara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Desember 2024 yang dihadiri oleh beberapa undangan diantaranya yaitu Delegasi WHO SEARO, Ditjenakes Republik Indonesia, Mahasiswa Kebidanan Universite Catholique de Lile, France, Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Wakil Direktur 1, 2 dan 3 Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ketua jurusan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar serta beberapa dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar dan perwakilan mahasiswa dari Jurusan Keperawatan dan Jurusan Kebidanan yang menjadi tour leader.
Kegiatan tour kampus ini dipandu oleh Dosen yang membagi para undangan delegasi ke dalam beberapa kelompok. Dalam setiap kelompok, terdapat satu orang mahasiswa dari kelas internasional keperawatan ataupun kebidanan yang menjadi tour leader, serta didampingi oleh seorang dosen yang juga turut memandu tour. Dalam kegiatan ini delegasi WHO mengunjungi beberapa Lokasi, di antaranya yaitu Laboratorium OSCE Jurusan Keperawatan, Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Denpasar, Lab Bahasa Poltekkes Kemenkes Denpasar, Kelas Internasional Jurusan Keperawatan dan Mini Hospital Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Di Mini Hospital juga terdapat peragaan/simulasi dari mahasiswa keperawatan semester 7 yang memperagakan tindakan kegawat daruratan yaitu resusitasi jantung paru (RJP/CPR). Hal tersebut tentunya disaksikan langsung oleh beberapa delegasi yang hadir di tempat.
Setelah selesai mengunjungi beberapa lokasi yang berapa di kampus, delegasi dari WHO melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Densel 1 dan Puskesmas Densel 4 dimana dalam kunjungan ke Puskesmas ini delegasi dari WHO mengunjungi beberapa ruangan diantaranya Ruang ANC, Ruang PNC dll. Dan kegiatan ini berakhir di Puskesmas dan delegasi dari WHO kembali ke Hotel mereka masing-masing.
Wednesday, December 11, 2024
A regional meeting of delegates from the World Health Organization South-East Asia Regional Office (WHO SEARO) was held on Wednesday, December 11 2024. This meeting took place at the Nursing Department Campus of the Health Polytechnic, Ministry of Health, Denpasar, precisely in the Amphitheater Building. This regional meeting, which was attended by several delegations representing each country in Southeast Asia, was held to accelerate progress towards the VHC and SDG goals through nursing and midwifery strategies and leadership.
This activity was attended by the Director of Health Workforce Provision of the Republic of Indonesia, Mrs. Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes. She also gave a speech at this activity. Apart from that, several other honorary invitees also attended this event, such as the Association of Indonesian Nursing Vocational Education Institutions (AIPViKI), Director HRH Provision, WHO Indonesia, Association of Health Polytechnics of the Indonesian Ministry of Health (APKESI), and the United Nations Population Fund (UNFPA).
This activity began with a simulation from students from the Nursing and Midwifery Department of the Denpasar Ministry of Health Polytechnic who collaborated with students from the Midwifery Department of the Universite Catholique de Lile, France to simulate emergency aid in cases of pregnant women with post partum hemorrhagic. Furthermore, there are also several important agendas, including the symbolic handover of the International Module to several delegations from other countries such as Bangladesh, Butan, Maldips, Nepal, Sri Lanka, and several other countries. Apart from that, this activity also launched the International Class Roadmap for the Nursing Department. In this activity, the Director of the Denpasar Ministry of Health Polytechnic also presented the profile and curriculum of the Nursing and Midwifery Department at the Denpasar Ministry of Health Polytechnic. In between activities, there were also impressions and messages conveyed by Midwifery students from the Universite Catholique de Lile, France while carrying out learning activities in Indonesia, especially at the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Denpasar. This activity ended with a campus tour of the Nursing Department which was attended by delegates and led by nursing and midwifery students and lecturers at the Denpasar Ministry of Health Polytechnic. The activity was very conducive and was warmly welcomed by all the guests who attended.
Wednesday 11 December 2024
Students from the Nursing and Midwifery Department of the Denpasar Ministry of Health Polytechnic collaborated with students from the Midwifery Department of the Universite Catholique de Lile, France to simulate emergency care in cases of pregnant women with post-partum hemorrhage.
In this simulation, previous scenarios have been put together and during the simulation, the case is read by one of the students from France. There are 3 students from the Nursing Department who have their own roles and duties. Nurse 1 is tasked with administering an intramuscular injection of 0.2 mg methylghometrine. Nurse 2 is in charge of installing RL infusion along with oxytocin with a drip drip. And nurse 3 is tasked with checking vital signs in pregnant women. Meanwhile, there were 3 students majoring in midwifery who took part in the simulation activity, where midwife 1 was tasked with massaging the uterine fundus, examining the bladder and reporting the condition of the patient’s bladder. Meanwhile, midwife 3 is tasked with being the leader in the simulation process, giving instructions to each nurse and midwife regarding their duties. And midwife 3 is tasked with paying attention to uterine contractions and bleeding that occurs.
The simulation process went very well and received appreciation from the audience who were invited delegates from WHO SEARO, Director of Health Workforce Provision of the Republic of Indonesia, Association of Indonesian Nursing Vocational Education Institutions (AIPViKI), Director of HRH Provision, WHO Indonesia, Association of Health Polytechnics of the Indonesian Ministry of Health (APKESI ), and the United Nations Population Fund (UNFPA), as well as several other important invitees.
Senin, 9 Desember 2024
Jurusan Keperawatan dan Jurusan Kebidanan Poltekkes Denpasar bersama Universite Catholique de Lille, France mengadakan collaborative learning yang dilaksanakan pada hari Senin, 9 Desember 2024. Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 orang mahasiswa dari jurusan keperawatan, 5 orang mahasiswa dari jurusan kebidanan, serta 6 orang mahasiswa jurusan kebidanan dari France.
Dalam kegiatan ini, perwakilan dari mahasiswa kelas internasional jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar mempresentasikan topik di bidang Maternitas. Materi yang dipresentasikan yaitu tentang Antenatal Care, Intranatal Care, Postnatal Care, dan Newborn . Dilanjutkan dengan sesi diskusi antara mahasiswa jurusan keperawatan dan kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar bersama mahasiswa kebidanan dari France. Dipandu oleh moderator Mahasiswa STr Keperawatan atas Nama I Gst Ayu Agung Putri Nanda Safitri, diskusi berlansung sangat interaktif. Diskusi membahas bagaimana tindakan perawatan, regulasi, dan juga metode alternatif yang digunakan dalam melakukan pelayanan terhadap pasien khususnya terhadap ibu hamil, melahirkan, dan pasca melahirkan, serta untuk bayi yang baru lahir di masing-masing negara mereka.
Kegiatan tersebut ditutup dengan kegiatan foto bersama antara seluruh mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Denpasar dan juga mahasiswa dari France, serta dosen yang turut mendampingi. Hal ini menjadi langkah yang baik bagi kelas internasional jurusan keperawatan untuk meningkatkan wawasan serta pengembangan mutu pendidikan dalam menunjang Visi Misi Jurusan Keperawatan Unggul dan Mendunia.