Denpasar, Juli 2026 – Poltekkes Kemenkes Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang berdaya saing global melalui pengiriman empat mahasiswa berprestasi Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan dan Profesi Ners atas nama Ni Luh Putri Novita Sari, Ni Wayan Nanda Sri Rahayu, Ni Nyoman Ristu Ayu Andewi, Ni Wayan Dania Maleani untuk mengikuti Program Internship Internasional di Yokokura Hospital, Kota Miyama, Prefektur Fukuoka, Jepang.
Program internship yang berlangsung selama 2,5 bulan, mulai Juli hingga September 2026, merupakan implementasi nyata dari kerja sama internasional antara Poltekkes Kemenkes Denpasar dan Yokokura Hospital yang telah terjalin melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Mei 2024. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam mendukung pencapaian visi Poltekkes Kemenkes Denpasar untuk menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang profesional, unggul, dan mampu berkompetisi di tingkat internasional.
Kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan Kampus Berdampak, khususnya dalam penguatan program magang internasional yang memberikan pengalaman belajar langsung di dunia kerja global. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, adaptasi internasional, serta kesiapan bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan global.
Tahun 2026 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan program internship di Yokokura Hospital. Selama mengikuti program, mahasiswa memperoleh pengakuan kredit akademik untuk beberapa mata kuliah, antara lain Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gerontik, Manajemen Keperawatan, dan Keperawatan Paliatif. Selain praktik klinik di berbagai unit rumah sakit, mahasiswa juga mengikuti pembelajaran bahasa Jepang, budaya Jepang, serta memperoleh kesempatan berinteraksi dan memberikan asuhan keperawatan secara langsung kepada pasien di Jepang.
Yokokura Hospital dikenal sebagai rumah sakit yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan serta aktif menerima tenaga kesehatan dan mahasiswa internasional. Dalam pelaksanaan internship, mahasiswa dibimbing oleh perawat-perawat profesional Jepang serta perawat Indonesia peserta Economic Partnership Agreement (EPA) yang telah berpengalaman bekerja di rumah sakit tersebut. Pendampingan ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dalam penerapan standar pelayanan keperawatan Jepang sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik keperawatan internasional.
Sebelum keberangkatan, mahasiswa secara resmi dilepas oleh Bapak I Wayan Suardana, S.Kep.M.Kep selaku Ketua Jurusan Keperawatan, Ibu Ida Erni Sipahutar,S.Kep.M.Kep. selaku Sekretaris Jurusan, Ibu Nengah Runiari, S. Kp, S. Pd, M. Kep, Sp. Mat selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan dan Profesi Ners sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat global.
Setibanya di Prefektur Fukuoka, para mahasiswa disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf Yokokura Hospital. Acara penyambutan dipimpin langsung oleh Direktur Yokokura Hospital, Dr. Yoshinori Yokokura yang menyampaikan harapan agar program internship ini semakin mempererat hubungan kerja sama kedua institusi sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan klinik, serta memperkuat kompetensi profesional di lingkungan pelayanan kesehatan internasional.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar terus memperkuat jejaring kemitraan global sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi vokasi kesehatan. Diharapkan para mahasiswa yang mengikuti internship internasional mampu menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki wawasan internasional, kemampuan beradaptasi lintas budaya, serta siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan baik di Indonesia maupun di tingkat global.
Denpasar, Bali. 30 Juli 2026. Langkah menuju karier internasional kini semakin nyata. Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar menghadirkan sebuah kegiatan inspiratif bertajuk “Kunjungan & Penjelasan Peluang Kerja Perawat di Australia” bekerja sama dengan GlobalEduJP (Education, Training & Employment), pada Kamis, 30 Juli 2026 di aula Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Jl. P. Moyo No 33 A Pedungan Denpasar Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa, yang dengan antusias menyimak setiap pemaparan mengenai peluang besar yang terbuka bagi profesi perawat di kancah global. Australia, sebagai salah satu negara dengan kebutuhan tenaga kesehatan yang tinggi, menjadi tujuan strategis bagi pengembangan karier perawat Indonesia.
Dalam suasana yang hangat dan interaktif, tim GlobalEduJP membagikan informasi penting secara komprehensif. Mulai dari gambaran peluang kerja di Australia, jalur pendidikan yang dapat ditempuh, hingga persyaratan utama seperti kemampuan bahasa Inggris dan proses registrasi profesi. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai alur rekrutmen dan penempatan kerja, yang seringkali menjadi pertanyaan utama bagi calon perawat internasional.
Sesi diskusi menjadi momen yang paling dinantikan. Berbagai pertanyaan muncul, mencerminkan besarnya minat dan harapan peserta untuk bisa menembus dunia kerja global. Jawaban yang diberikan tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan keyakinan bahwa peluang tersebut dapat diraih dengan persiapan yang matang.
Kegiatan ini membawa pesan kuat “Bangun Karier Global Anda, Wujudkan Mimpi Menjadi Perawat Internasional.”
Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa dan tenaga pendidik untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka tanpa batas.
Dengan semangat profesionalisme dan jejaring global, profesi perawat kini tidak lagi terbatas pada lingkup lokal. Dunia adalah panggung pengabdian, dan kesempatan itu terbuka lebar bagi mereka yang siap melangkah.
Expand Your Future — Build Your Nursing Career in Australia
Denpasar, Bali. (Senin, 27 Juli 2026). Suasana penuh makna terasa di Ampi Theatre Poltekkes Kemenkes Denpasar, Senin, 27 Juli 2026. Pada hari itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan menyelenggarakan Seminar Religi sebagai wadah penguatan nilai spiritual dan karakter bagi mahasiswa keperawatan.
Bertempat di kampus Jl. P. Moyo No. 33 A, Pedungan, Denpasar Selatan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. I Wayan Mustika, S. Ked. yang membawakan materi inspiratif seputar pentingnya nilai-nilai keagamaan, etika, dan kemanusiaan dalam dunia kesehatan.
Sejak awal kegiatan, peserta diajak untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga merenung. Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan bahwa seorang tenaga kesehatan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki empati, integritas, dan kepekaan terhadap kondisi spiritual pasien.
Tema yang diangkat, SEGARA: Strong, Empathetic, Growth-Minded, Adaptive, Responsible, Aspiring, menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tema ini mencerminkan harapan agar mahasiswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.
Melalui diskusi dan refleksi, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah pelayanan yang menyentuh aspek holistik, termasuk kebutuhan spiritual pasien. Nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan penghormatan terhadap keberagaman juga menjadi bagian penting yang ditekankan dalam seminar ini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa profesi keperawatan adalah panggilan kemanusiaan. Dengan bekal ilmu, etika, dan spiritualitas yang seimbang, mahasiswa diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan sekaligus berkarakter.
Denpasar, Bali. Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar resmi mengawali rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, yakni luring di lingkungan kampus bagi panitia dan narasumber serta daring melalui Zoom Meeting bagi mahasiswa baru, menjadi momentum awal dalam memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus menanamkan budaya organisasi dan nilai-nilai institusi yang berlandaskan BERDAYA (Berintegritas, Empati, Responsif, Disiplin, Adaptif, Yakin, dan Aktif).
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, doa bersama, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars, dan Himne Poltekkes Kemenkes Indonesia. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan di perguruan tinggi. Materi tersebut meliputi pengenalan Jurusan dan Program Studi Keperawatan, visi dan misi institusi, sistem pembelajaran berbasis kompetensi, kurikulum, mekanisme penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), peran dosen pembimbing akademik, serta layanan akademik dan kemahasiswaan. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai etika kehidupan kampus, organisasi kemahasiswaan, pengembangan karakter, budaya akademik, serta peluang pengembangan prestasi dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi pre-test, diskusi interaktif, dan tanya jawab sebagai sarana memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui pelaksanaan PKKMB ini, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar berkomitmen membentuk mahasiswa baru yang mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, memahami sistem pendidikan yang akan dijalani, serta memiliki semangat belajar, integritas, dan profesionalisme sejak awal perkuliahan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan siap berkembang menjadi lulusan keperawatan yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Poltekes Denpasar Jurusan Keperawatan Bekerjasama dengan Dementia and Aging Care Riset Centre Universitas Airlangga Surabaya melaksakanan Pengabdian Masyarakat bersama dengan sasaran lanjut usia di Wilayah Kerja Puskesmas Denpasar Selatan 4 pada tanggal 18 Juli 2026. Kegiatan dilakukan dengan berbagai aktifitas antara lain Senam Lansia, Senam Mulut, Menari, Membuat Canang dan Therapy Komplementer. Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 60 orang lansia juga di hadiri oleh Kepala Puskesmas Denpasar Selatan 4. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Peneliti Lanjut Usia dan Dementia dari Universitas Chiba Tokyo. Kegiatan pengabmas ini bertujuan untuk melakukan identifiasi aktifitas Budaya Bali yang sangat berguna untuk mencegah Dementia pada lansia. Dari hasil pengamatan para peneliti dari Chiba University melihat beberapa kegiatan unik berbasis budaya Bali seperti membuat sesajen yang cukup menarik, menari untuk lansia serta beberapa therapy komplementer yang mampu membantu pencegahan dementia dan meningkatkan kebugaran lansia.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan Seminar Pakar dengan narasumber dari DACRC dan Chiba University. Dalam seminar dijelaskan tentang kebijakan perawatan lansia jangka panjang dan pengelolaan asuransi bagi lansia di jepang serta peluang perawat untuk bisa bekerja di jepang sebagai perawat bai sebagai sertificate Care Worker maupun menjadi RN.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan penandatanganan MOU antara Poltekes Denpasar dengan DACRC UNAIR. Kegiatan dibuka oleh direktur Poltekes Denpasar yang dihadiri oleh Wadir I Poltekkes Denpasasr. Dalam sambutannya NLK Sulisnadewi yang mewakili direktur menekankan pentingnya kerjasama dan kelanjutan kerjasama ini dalam riset berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut pihak DACRC yang diwakili oleh Prof. Ah Yusuf menekankan pentingnya upaya-upaya penelitian yang bisa mengangkat budaya lokal dan penguatan system dalam mencegah dementia pada lansia dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Kegiatan yang fasilitasi oleh Jurusan keperawatan Denpasar juga menemukan bahwa pendidikan, penelitan dan kerjasama antar institusi menjadi hal yang menarik untuk peningkatan wawasan mahasiswa dalam perawatan lansia. Melalui kesempatan tersebut Ketua Jurusan Keperawatan Poltekes Denpasar, Dr. I Wayan Suardana memberikan penjelasan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan langkah awal bagi kolaborasi riset dan praktik perawatan lansia berbasis komunitas dengan melibatkan berbagai piha untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan berbagai situasi dan budaya tempat lansia tumbuh dan berkembang. Keterbatasan kemampuan asuransi menjadi tantangan terbesar dalam perawatan lansia. Hal ini memerlukan konsistensi dan komitmen semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi peningkatan lanjut usia dimasa yang akan datang.
Denpasar, Bali. 17 Juli 2026. Komitmen membangun budaya siaga bencana terus diperkuat melalui Diskusi Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Forum Studi Siaga Bencana (FSSB) DKI Jakarta dan Bali, serta diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan sebagai wujud kolaborasi lintas daerah dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Diskusi ini bertujuan memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan praktik terbaik dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, respons, hingga pemulihan pascabencana di lingkungan pendidikan kesehatan. Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman lapangan, peserta memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai pentingnya membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Mengusung semangat “Bersinergi, Berbagi Pengalaman, Membangun Ketangguhan untuk Kesehatan yang Lebih Baik,” kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh kolaborasi antarlembaga, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mewujudkan kampus yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan inovasi, mempercepat koordinasi, dan memperkuat budaya kesiapsiagaan sebagai fondasi dalam melindungi sivitas akademika dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Poltekkes Kemenkes Denpasar bersama FSSB DKI Jakarta dan Bali menegaskan bahwa ketangguhan terhadap bencana dibangun melalui kolaborasi, pengetahuan, dan aksi nyata yang berkelanjutan.
Komitmen Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berdaya saing internasional kembali diwujudkan melalui program Penerimaan Mahasiswa Internship di RS Yokokura, Jepang. Program ini bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi klinis, memperluas wawasan, serta membangun karakter profesional dalam lingkungan pelayanan kesehatan berstandar internasional.
Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman berharga dalam memahami budaya kerja, disiplin, etika profesi, serta inovasi pelayanan kesehatan yang diterapkan di Jepang. Interaksi langsung dengan tenaga kesehatan dan sistem pelayanan di RS Yokokura diharapkan mampu memperkaya pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi dan komunikasi lintas budaya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era global.
Keberangkatan mahasiswa terbaik menuju RS Yokokura merupakan bukti bahwa mimpi besar selalu dimulai dari langkah yang berani. Setiap proses yang dijalani, mulai dari seleksi, pembelajaran, hingga praktik di lapangan, adalah bagian dari perjalanan untuk menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Bagi seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar, jadikan program ini sebagai inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri. Jangan pernah ragu untuk belajar, mencoba hal baru, dan mempersiapkan diri menghadapi peluang di tingkat internasional. Prestasi bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang keberanian untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Semoga mahasiswa yang mengikuti internship di RS Yokokura dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama
Upaya menekan angka kasus hipertensi di masyarakat terus diperkuat melalui pemberdayaan kader kesehatan berbasis komunitas. Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Majelis Taklim Masjid dalam Deteksi Dini dan Pengendalian Hipertensi di Masjid Sadar, Jalan Tegalwangi Gang Kenanga No. 13, Sesetan, Denpasar Selatan. Pada Tanggal 23 mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 kader kesehatan dari berbagai majelis taklim dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi hipertensi sejak dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mendampingi masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer.
Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan, pelatihan pengukuran tekanan darah yang benar, edukasi pola hidup sehat, hingga simulasi pendampingan bagi masyarakat yang memiliki risiko hipertensi.
Ketua tim pengabdian, Suratiah, S.Kep., Ners., M.Biomed., mengatakan, ” Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya. Tegasnya.
Tambahnya, saat ini majelis taklim memiliki peran strategis karena memiliki kedekatan sosial dan spiritual dengan masyarakat. Melalui kader kesehatan yang dibekali pengetahuan dan keterampilan memadai, edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah rutin serta penerapan gaya hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak warga, ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengukuran tekanan darah yang sesuai standar, identifikasi faktor risiko hipertensi, penerapan pola makan rendah garam, pentingnya aktivitas fisik, pengelolaan stres, hingga kepatuhan menjalani pengobatan bagi penderita hipertensi.
Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian juga membuka layanan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi anggota majelis taklim yang hadir. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana skrining awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka.
Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan skrining hipertensi serta menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Para kader juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala di lingkungan majelis taklim masing-masing.
Program ini dinilai sejalan dengan berbagai upaya pencegahan penyakit tidak menular yang menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan berbasis komunitas juga diyakini mampu membantu menekan risiko komplikasi hipertensi, seperti stroke dan penyakit jantung.
Melalui kegiatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini hipertensi dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah munculnya penyakit kronis di kemudian hari.
Dalam rangka 8th International Student Exchange Program-Outbound (ISEPO), Poltekkes Kemenkes Denpasar mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi dan memfasilitasi kunjungan dari para mahasiswa dari Centro Escolar University (CEU), School of Nursing Filipina. Mahasiswa dari CEU Filipina berjumlah sebanyak tujuh orang, dan sudah berada di Poltekkes dari tanggal 11 April 2026. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan mulai dari Tour Kampus, pengenalan tentang Poltekkes Denpasar, pengenalan pembelajaran di Poltekkes Denpasar, dan juga melakukan pengabdian masyarakat bersama dosen dan mahasiswa Poltekkes Denpasar. Tidak lupa juga mereka diperkenalkan dengan kebudayaan di Bali mulai dari pengelukatan, pengenalan dan pembuatan makanan khas Bali dan sebagainya. Mereka terlihat sangat antusias dan gembira mengenal Poltekkes Denpasar dan dilibatkan langsung dalam kegiatan-kegiatan di Poltekkes Denpasar.
Pada kesempatan kali ini tanggal 27 April 2026, para mahasiswa CEU Filipina berkesempatan untuk ikut bersama Apel Disiplin di Jurusan Keperawatan, mereka sambil berkenalan dengan semua civitas akademika Poltekkes Denpasar jurusan Keperawatan. Sambil memperkenalkan diri mereka juga menunjukkan keantusiasannya kepada sambutan dari Seluruh Civitas Jurusan Keperawatan. Seluruh civitas merasa sangat gembira bisa berkenalan dan menyambut para mahasiswa CEU Filipina. Untuk jadwal hari ini akan ada demo tentang biomassage dan hospital tour.
Kamis, 12 Desember 2024
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar mendapatkan kunjungan dari Founder Rumah Sakit yang berada di Jepang mengenai pelaksanaan Program Internship Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar di Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Desember 2024.
Dalam kunjungan ini pihak founder program internship dari Jepang melakukan wawancara kepada seluruh mahasiswa jurusan keperawatan yang baru saja lulus mengenai ketertarikan mereka untuk mengikuti program internship ini. Dari hasil wawancara yang dilakukan sebagian besar mahasiswa jurusan keperawatan sangat tertarik untuk mengikuti program internship di Jepang ini.
Selain dilakukan wawancara untuk seluruh mahasiswa jurusan keperawatan yang berminat dalam program ini, juga dilakukan sesi diskusi bersama para dosen dan ketua jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar mengenai keberlanjutan pelaksanaan program internship ini. Ketua jurusan keperawatan berharap agar program ini dapat terus terlaksana sehingga nantinya banyak mahasiswa jurusan keperawatan yang mengikuti program internship ini sehingga mereka mendapatkan pengalaman kerja yang baru di luar negeri. Hal ini tentunya juga sebagai salah satu bentuk implementasi dalam mewujudkan peningkatan mutu dari lulusan yang dihasilkan agar kedepannya semakin berkembang dan sesuai dengan visi dari Jurusan Keperawatan yaitu “Unggul dan Mendunia” .