Seiring dengan kemajuan globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan maternal semakin beragam dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Kondisi ini menuntut bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi perkembangan pelayanan kebidanan di tingkat nasional maupun global. Bidan tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu melalui inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang efektif. Oleh karena itu, penting bagi calon bidan maupun tenaga bidan untuk memperluas wawasan mengenai kepemimpinan global dalam profesi kebidanan sebagai upaya mempersiapkan masa depan kesehatan maternal yang lebih baik. Sehubungan dengan hal tersebut, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar bekerja sama dengan Charles Darwin University (CDU) menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Leading The Future of Maternal Health: Global Leadership Insights in Midwifery”.
Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dalam menjalankan profesinya, bidan tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan kepemimpinan untuk berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta mengarahkan tim dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kepemimpinan yang baik dapat mendukung keselamatan pasien, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga motivasi anggota tim, dan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang positif. Oleh karena itu, kemampuan kepemimpinan perlu dikembangkan sejak masa pendidikan agar mahasiswa kebidanan mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tanggung jawab profesional di masa mendatang.
Namun, dalam pelaksanaannya, menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan proses pembelajaran, pengalaman, keberanian, serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Seorang pemimpin tidak hanya dinilai berdasarkan tingkat pendidikan atau jabatan yang dimiliki, tetapi juga berdasarkan integritas, tanggung jawab, empati, kemampuan berkomunikasi, dan kesediaan untuk memahami anggota tim. Selain itu, bidan perlu memiliki kepercayaan diri untuk menyampaikan pendapat, mengambil tindakan yang tepat, dan memperjuangkan keselamatan pasien. Poltekkes Kemenkes Denpasar bekerja sama dengan Charles Darwin University (CDU) menyelenggarakan seminar internasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai kepemimpinan dalam bidang keperawatan dan kebidanan melalui pengalaman serta pemaparan materi dari narasumber yang berkompeten.
Kegiatan seminar internasional ini berlangsung pada pukul 10.46 – 12.54 WITA dengan narasumber Professor Jo Seiler, DBA, MHlthMgt, Grad Dip NsgEd, Grad Dip Cardiothoracic, BHSc (Hons), GACID, RN dari Charles Darwin University, serta dimoderatori oleh Gusti Ayu Eka Utarini, SST. Kegiatan diikuti oleh 66 orang mahasiswa Kebidanan Semester VII. Dalam seminar tersebut, narasumber menyampaikan materi berjudul “Nursing and Midwifery Leadership: Skills Required to Create Great Leaders in Healthcare” yang membahas perjalanan kepemimpinan, atribut yang perlu dimiliki seorang pemimpin, konsep The Bus Theory, prinsip 80/20 (Pareto Principle), serta konsep The Jigsaw Puzzle dalam membangun tim dan kepemimpinan yang efektif. Narasumber menjelaskan bahwa menjadi pemimpin merupakan suatu proses yang membutuhkan ketekunan, kemauan untuk terus belajar, integritas, tanggung jawab, komunikasi yang baik, empati, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Beliau juga menekankan bahwa orang yang memiliki kemampuan akademik tinggi belum tentu menjadi pemimpin yang baik karena kepemimpinan membutuhkan kemampuan untuk memahami, memotivasi, dan menjadi teladan bagi orang lain. Selain itu, seorang bidan tetap memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pemimpin tanpa harus merasa rendah diri terhadap profesi atau jabatan yang dimilikinya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang membahas pengalaman kepemimpinan narasumber, kebingungan dalam menentukan arah kehidupan pada usia muda, cara memotivasi diri untuk terus berkembang dalam pendidikan, serta cara menghadapi anggota tim yang tidak mengikuti arahan pemimpin. Mahasiswa juga mendiskusikan keberanian bidan dalam menyampaikan pendapat, upaya untuk terus mengembangkan diri, serta pentingnya berdamai dengan diri sendiri sebagai bagian dari proses menjadi pemimpin yang baik. Melalui sesi tersebut, narasumber menekankan bahwa pemimpin harus mampu menjadi teladan, memahami kondisi anggota tim, menentukan skala prioritas, mencari solusi terhadap permasalahan, dan membangun kerja sama karena kepemimpinan tidak dapat dijalankan seorang diri.
Dengan telah berlangsungnya kegiatan seminar internasional bertema “Leading The Future of Maternal Health: Global Leadership Insights in Midwifery”, diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya kepemimpinan dalam profesi kebidanan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan karakter kepemimpinan yang berintegritas, bertanggung jawab, komunikatif, empatik, serta mampu bekerja sama dalam tim. Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengambil peran dalam penyelesaian masalah, dan terus mengembangkan kompetensi diri melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, calon bidan diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya memberikan pelayanan berkualitas, tetapi juga mampu menjadi teladan, memotivasi orang lain, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal di masa mendatang.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]