TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang utamanya menyerang organ paru-paru dan dapat mengenai organ lain seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang dan kulit. TBC ditularkan melalui udara dari pasien TBC ke orang yang ada di sekitarnya, melalui percikan air ludah pasien saat batuk, bicara, atau bersin. TBC dapat menyerang anak-anak sehingga orang tua dan keluarga diharapkan lebih waspada dan mengetahui berbagai gejala yang muncul apabila anak mengalami TBC. Diagnosis TBC anak relatif lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan TBC pada orang dewasa. Pemeriksaan dahak sebagai penegak diagnosis pada TBC anak sulit dilakukan, sehingga pemeriksaan TB anak dilakukan dengan penilaian dengan sistem pembobotan (scoring system) gejala dan pemeriksaan penunjang. Kasus TBC mengalami peningkatan hingga tahun 2023. Di wilayah Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung dilaporkan terdapat beberapa pasien TBC aktif yang sedang dalam masa pengobatan. Mudahnya penularan, rendahnya kesadaran warga untuk melakukan pelaporan dan tracking kontak erat serta terbatasnya pengetahuan warga tentang penyakit TBC menjadi penyebab penularan penyakit TBC baik pada orang dewasa maupun pada anak. Oleh karena itu pada kegiatan pengabmas ini, Tim Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis yang terdiri dari Burhannuddin, S.Si., M.Biomed., Nur Habibah, S.Si., M.Sc., dan Ni Nyoman Astika Dewi, S.Gz., M.Biomed. melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul “Penyuluhan TBC Anak dengan Buku Saku Edukasi Keluarga Sehat Bagi Ibu PKK Di Desa Ped, Nusa Penida”. Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu yang merupakan sosok terdekat bagi anak memiliki pengetahuan yang cukup tentang TBC anak sehingga diharapkan penularan TBC anak dapat dicegah dan jika terdapat kasus TBC anak dapat dilakukan pengobatan hingga tuntas sehingga tercapai generasi emas ada tahun 2045. Pada kegiatan ini disampaikan beberapa hal tentang penyakit TBC pada anak, termasuk beberapa gejala umum TBC anak antara lain penurunan berat badan anak dalam 2 bulan terakhir, demam lebih dari 2 minggu atau demam berulang tanpa sebab, batuk lebih dari 2 minggu yang makin lama makin parah dan tidak membaik dengan pemberian antibiotik, badan lesu serta munculnya benjolan pada kelenjar getah bening di leher rahang bawah, ketiak dan selangkangan. Pengobatan TBC anak harus dilakukan dengan disiplin dan sampai tuntas agar tidak berisiko menjadi TBC resistan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan penularan TBC anak yaitu vaksinasi BCG pada bayi baru lahir, asupan gizi seimbang, tracking sumber penularan, pemberian terapi pencegahan TBC pada anak yang kotak serumah engan pasien TBC aktif, menjaga lingkungan tempat tinggal tetap bersih, tidak lembab, dan cukup sinar matahari (NH).
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]