Gas Karbon monoksida ini tidak berbau atau berwarna, dan tidak bisa dirasakan. Ketika seseorang terpapar gas karbon monoksida, kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan berkurang. Hal ini karena gas karbon monoksida lebih mudah terikat dengan hemoglobin sehingga darah akan mbentuk carboxyhaemoglobin (COHb).Makin banyak COHb yang terbentuk, maka oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh akan berkurang. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Kontaminasi kadar karbon dalam darah akan menurunkan kadar hemoglobin, semakin tinggi kadar karbon dalam tubuh seseorang, maka semakin berkurang kadar hemoglobinnya.
Pande besi adalah salah satu industri kecil yang berkembang di Wilayah kerja Puskesmas Sudimara Tabanan. Pengrajin pande besi ini menggeluti pekerjaannya sudah cukup lama dan bersifat turun temurun dari nenek moyang mereka. Mereka menerima warisan apa adanya dan menggeluti pekerjaan ini sebagai tanggung jawab dari leluhurnya. Dalam melakukan aktivitasnya di bagian tungku / parapen pandai besi, akan berhadapan dengan lingkungan panas panas, berdebu dan berasap akibat dari pemanasan besi sebelum menjadi benda tajam seperti pisau besar, pisau kecil, golok, sabit, keris dan lain sebagainya. Terpapar oleh lingkungan yang panas, berdebu dan berasap selama bekerja merupakan suatu keadaan yang sangat berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan keselamatan kerja. Senyawa Karbon yang dihasilkan dari pembakaran besi dengan Kayu akan berakibat fatal bagi Kesehatan pengrajin.
Pada Bagian Gerinda, pengrajin akan dihadapkan dengan pekerjaan yang cukup berat. Tangan kanan memegang gerinda yang bergetar, beratnya lebihdari 1,5 kg, dan tangan kiri memegang pisau yang akandihaluskan. Perpaduan gerinda dengan pisau yang akan diasah menimbulkan bising, getaran dan percikan api. Di Bagian membuat pati mereka berhadapan dengan getaran dan debu. Mereka bekerja apa adanya tanpa alat pelindung diri yang baik dan benar. Pengajin bekerja di lantai dengan tempat duduk apa adanya. Sikap duduk dengan tempat duduk dan landasan kerja yang tidak ergonomics akan menimbulkan keluhan muskoluskeletal. Kebiasaan bekerja dengan sikap duduk menunduk menyebabkan sikap paksa dalam bekerja. Sikap paksa tersebut akan menimbulkan rasa sakit pada bagian tubuhnya bila dikerjakan terus menerus dalam waktu lama seperti sakit pada punggung, pinggang, leher, bahu, bokong, pantatdan lain sebagainya
Metode pengabdian yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu penyuluhan K3 dan Pemeriksaan Hemoglobin. Penyuluhan K3 mencakup penggunaan APD dan Perbaikan sikap kerja untuk mengurangi keluhan muskoloskeletal dan penyakit akibat kerja. Program Kesehatan Masyarakat ini khalayak sasarannya adalah pande besi yang tergabung dalam kelompok – kelompok pande yang berjumlah 80 orang. Jenis permasalahan yang ditangani dalam program ini meliputi perbaikkan kondisil ingkungan. Kondisi sikap kerja, dan penggunaan APD yang baik dan benar.
Jl. Sanitasi No.1 Sidakarya, DenpasarTelp. (0361) 710447, Fax. (0361) 710448Email : [email protected]