Beranda / / Berita Detail

KEGIATAN PBM LURING RPODI STR RPL DAN OSCE BAGI MAHASISWA PROFESI BIDAN DI KUPANG, 22 s/d 24 APRIL 2026 DOSEN JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR


Senin, 08 Juni 2026 07:06 am
Bagikan berita ini   
  


Dalam upaya menindaklanjuti Kerjasama Poltekkes Kemenkes Denpasar ,Poltekkes Kemenkes Kupang dan PD IBI Provinsi NTT dalam penyelenggaraan Pendidikan Berkelanjutan Bagi Bidan NTT, dan untuk* meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi lulusan di bidang kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan pembelajaran luring bagi mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta Objective Structured Clinical Examination ( OSCE) bagi mahasiswa Profesi Bidan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 April 2026, bertempat di Poltekkes Kemenkes Kupang.

Kegiatan pembelajaran luring ini merupakan bagian dari implementasi standar pendidikan tinggi kesehatan yang menekankan pentingnya pembelajaran tatap muka, khususnya dalam penguatan kompetensi praktik dan keterampilan klinis. Program RPL sendiri merupakan kebijakan strategis yang memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pengalaman kerja maupun pendidikan sebelumnya, sehingga mahasiswa tetap perlu mengikuti pembelajaran luring untuk menjamin ketercapaian kompetensi secara optimal.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti berbagai metode pembelajaran yang meliputi penyampaian teori, diskusi kasus, praktik laboratorium, hingga pembelajaran komprehensif. Kegiatan ini juga didukung oleh dosen pengampu, tenaga kependidikan, serta fasilitas akademik yang memadai guna memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, terstruktur, dan sesuai standar mutu pendidikan.

Selain pembelajaran luring, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan OSCE bagi mahasiswa Profesi Bidan sebagai bentuk evaluasi kompetensi klinis secara objektif dan terstandar. Melalui metode OSCE, mahasiswa diuji dalam berbagai stasiun keterampilan yang mencerminkan situasi klinis nyata, termasuk kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, serta tindakan kebidanan yang profesional.

Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST., M.Biomed, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga memperkuat capaian pembelajaran lulusan sesuai standar nasional pendidikan tinggi. “Melalui pembelajaran luring, mahasiswa RPL mendapatkan penguatan pada aspek keterampilan klinis dan sikap profesional. Sedangkan OSCE menjadi instrumen penting untuk menilai kompetensi mahasiswa secara objektif dan terstruktur, sehingga kualitas lulusan dapat terjaga,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menilai capaian pembelajaran mahasiswa, tetapi juga untuk memastikan kesiapan lulusan dalam memberikan pelayanan kebidanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar dan Poltekkes Kemenkes Kupang juga menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring institusi pendidikan kesehatan serta mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran dan evaluasi berlangsung. Pengalaman belajar secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi praktik profesional di lapangan.

Dengan terselenggaranya kegiatan pembelajaran luring dan OSCE ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar terus berkomitmen mencetak tenaga bidan profesional yang kompeten, beretika, dan mampu berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

TAUTAN TERKAIT