KEGIATAN PEMILU RAYA JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2026

Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan suatu organisasi yang ada di masing-masing jurusan di Lingkungan Poltekkes Denpasar dimana anggotanya merupakan mahasiswa di setiap jurusan tersebut. Kegiatan Pemilu Raya merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Jurusan Kebidanan dengan tujuan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua HMJ Kebidanan.

Pada pemilu raya tahun 2026 ini, terdapat 3 kandidat calon Ketua HMJ Kebidanan periode 2026/2027 yaitu Kadek Dea Puspita, Ni Nyoman Putri Shavita Pratama, Made Dwi Amika Anjeswari. Kandidat calon Wakil Ketua HMJ Kebidanan periode 2026/2027 yaitu Ni Komang Jelita Sunar Maharani, Ketut Aristya Tirta Yani, Ni Kadek Listia Dianti.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Poltekkes Indonesia dan Hymne Poltekkes Indonesia, laporan ketua panitia, sambutan ketua HMJ Kebidanan periode 2025/2026, sambutan Ketua Jurusan Kebidanan, perkenalan secara singkat kandidat calon Ketua dan Wakil Ketua HMJ Kebidanan periode 2026/2027, pembacaan visi dan misi para calon Wakil Ketua, sesi tanya jawab kepada para calon Wakil Ketua, pemilihan Wakil Ketua dengan E-Votting. Dilanjutkan dengan pembacaan visi dan misi para calon Ketua, sesi tanya jawab kepada para calon Ketua, pemilihan Ketua dengan E-Votting, penayangan video kilas balik HMJ periode 2025/2026, Pengumuman hasil suara Ketua dan Wakil Ketua HMJ periode 2026/2027, pengumuman dua periode HMJ Kebidanan serta penyerahan ban lengan kepengurusan HMJ periode 2025/2026 kepada HMJ periode 2026/2027, penyampaian kesan dan pesan Ketua serta Wakil Ketua kandidat terpilih, sesi dokumentasi dan penutup.

Setelah dilaksanakannya pemilu raya yang melibatkan seluruh peserta di lingkungan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, berdasarkan hasil suara dalam pemilu raya Jurusan Kebidanan maka dengan ini dinyatakan Ketua HMJ periode 2026/2027 yaitu Kadek Dea Puspita dan Wakil Ketua HMJ Kebidanan periode 2026/2027 yaitu Ketut Aristya Tirta Yani. Sekian berita acara Pemira tahun 2026 ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

 


KEGIATAN NATARU, GRAND FINAL JEGEG BIDAN 2026, DAN HUT HMJ KEBIDANAN KE-24 POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025

Kegiatan Grand Final Jegeg Bidan 2026 dan HUT HMJ Kebidanan Ke-24 merupakan kegiatan NATARU 2025. Dimana kegiatan ini selalu dilaksanakan disetiap tahunnya untuk memperingati dan sebagai perayaan Hari Natal, Hari Ibu dan Tahun Baru serta merupakan program kerja unggulan dari HMJ Kebidanan. Pada pelaksanaan tahun ini, NATARU hadir dengan kegiatan Bakti Sosial yang kini dilakukan dengan kunjungan aksi sosial ke Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian kita antar sesama saudara. Adapun pemilihan Jegeg Bidan tahun 2026, bertujuan untuk mencari pemenang dengan serangkaian seleksi dan karantina yang sebelumnya dilakukan oleh para finalis 10 besar Jegeg Bidan 2026, dimana 3 besar Jegeg Bidan akan mewakili Jurusan Kebidanan untuk mengikuti ajang Putra Putri Kampus di Poltekkes Kemenkes Denpasar dan 6 besar Jegeg Bidan akan mewakili Jurusan Kebidanan diajang pemilihan Duta Genre Poltekkes Kemenkes Denpasar. Selain itu, dalam perayaan NATARU 2025 terdapat perayaan Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Jurusan Kebidanan Ke-24, tujuannya adalah untuk memperingati dan merayakan ulang tahun HMJ Kebidanan sekaligus sebagai puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah diperlancarkannya segala urusan HMJ dan apresiasi kami untuk HMJ Kebidanan atas segala kinerja mereka dalam membantu urusan perkuliahan.

Kegiatan Grand Final Jegeg Bidan 2026 dan HUT HMJ Kebidanan Ke-24 dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025 pukul 08.29-12.23 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan secara Luring, dengan menghadirkan 10 besar finalis Jegeg Bidan 2026, undangan sejumlah 56 orang dan supporter finalis Grand Final Jegeg Bidan 2026 di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Pada kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Denpasar, Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ketua Jurusan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ketua Jurusan Kebidanan, Ketua Program Studi Diploma-III Jurusan Kebidanan, Dosen dan Staff Kependidikan Jurusan Kebidanan, Perwakilan Ormawa di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Putra Putri Kampus Poltekkes Kemenkes Denpasar, Duta Kesehatan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Duta Genre Poltekkes Kemenkes Denpasar, Putra Putri Jurusan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Setiap Korti Mahasiswa Jurusan Kebidanan, serta Seluruh HMJ Kebidanan dan Panitia NATARU 2025 Tingkat 1 Jurusan Kebidanan.

Kegiatan NATARU 2025 dan Grand Final Jegeg Bidan Tahun 2026 diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC yakni Nurul Ayu Anggreini dan Ni Luh Ayu Wulandari. Pembukaan diawali dengan penampilan Mahasiswa Tingkat I Jurusan Kebidanan sejumlah tiga orang dengan membawakan Tari Sekar Jagat, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Poltekkes Kemenkes Indonesia yang dipandu oleh Ni Putu Intan Ayu Bintang Lestari yang dilanjutkan dengan Doa bersama yang dipandu oleh Kadek Dea Puspita. Acara kemudian dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia yakni Ni Nyoman Putri Shavita Pratama selaku Ketua Panitia, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua HMJ Kebidanan yakni Putu Eva Melinda kemudian sambutan oleh Ketua Jurusan Kebidanan Ibu Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST.,M.Biomed serta sambutan dari Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar yaitu Ibu Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes yang sekaligus membuka acara NATARU 2025 dan Grand Final Jegeg Bidan 2026.

Kemudian acara berlangsung dengan sesi Tukar Kado yang diikuti oleh seluruh undangan dan panitia. Setelah itu acara dilanjutkan dengan perkenalan Dewan Juri Grand Final Jegeg Bidan tahun 2026 yang terdapat 3 juri yakni Ibu Gusti Ayu Eka Utarini, SST, G. A. Putu Diah Cinta Kalista, dan Ni Putu Istara Devi. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan kriteria Jegeg Bidan 2026 oleh MC. Setelah itu penampilan Opening Dance Finalis Jegeg Bidan 2026 sekaligus pengumuman 6 besar Jegeg Bidan 2025 dengan mengundang I Gede Sumantara Adi Pratama sebagai Hanoman dalam partisipasi hiburan Jegeg Bidan 2026. Adapun finalis 6 besar Jegeg Bidan 2026 yakni G.A.A Thelysia Nanda Setiawan, Ni Putu Shello Meitha Putri Sutrisna, Ni Ketut Ayu Apriyanti, Ketut Aristya Tirta Yani, Ni Komang Tri Utami, dan Ni Kadek Tia Jelita Putri. Selanjutnya Finalis Jegeg Bidan yang masuk 6 besar melakukan Speech. Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi juri dan hiburan dari Mahasiswa Tingkat I Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari Putra Putri Kampus Poltekkes Kemenkes Denpasar mengenai pemilihan Jegeg Bidan. Acara selanjutnya yaitu pengumuman 3 besar Jegeg Bidan 2026 yang dimana ketiga finalis tersebut yakni G.A.A.Thelysia Nanda Setiawan, Ketut Aristya Tirta Yani, dan Ni Komang Tri Utami. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab 3 besar. Setelah itu acara dilanjutkan dengan peringatan HUT HMJ Kebidanan Ke-24 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin oleh Ketua HMJ Kebidanan, yang ditemani oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Ketua Program Studi Diploma-III Jurusan Kebidanan, Dosen Jurusan Kebidanan, Ketua Panitia NATARU 2025, serta Seluruh HMJ Kebidanan Periode 2025/2026. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada Dewan Juri. Acara dilanjutkan dengan parade oleh PPK, Dukes, Dugen dan PPJ di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar serta parade 10 besar Jegeg Bidan 2025 dan last speech dari Winner Jegeg Bidan 2025.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Parade 3 besar Jegeg Bidan 2026 dan pengumuman Jegeg Bidan kategori Jegeg Berbakat hingga Winner Jegeg Bidan 2026. Jegeg Bidan Berbakat 2026 yakni Ni Putu Hadia Darma Putri, Jegeg Bidan Favorit 2026 yakni Ni Kadek Nia Wahyuni, Runner Up III Jegeg Bidan 2026 yakni Ni Kadek Tia Jelita Putri, Runner Up II Jegeg Bidan 2026 yakni Ni Komang Tri Utami, Runner Up I Jegeg Bidan 2026 yakni Ketut Aristya Tirta Yani, dan Winner Jegeg Bidan 2026 adalah G.A.A.Thelysia Nanda Setiawan. Setelah itu dilanjutkan dengan First Walk Winner Jegeg Bidan 2026, serta penyerahan hadiah dan sesi foto bersama. Kemudian acara ditutup oleh MC.


KEGIATAN BAKTI SOSIAL KE DESA ANTIGA KELOD JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025

Kegiatan bakti sosial merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya kepada korban bencana alam. Bencana alam sering kali menimbulkan dampak yang besar, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial, sehingga masyarakat terdampak membutuhkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak. Sebagai bagian dari civitas akademika dan calon tenaga kesehatan, mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar memiliki peran dalam menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan bakti sosial, mahasiswa dapat berkontribusi secara nyata dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Oleh karena itu, mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar berinisiatif melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa kunjungan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat korban bencana di Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem.  Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan moril dan materil serta membantu proses pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh Kepala Desa Antiga Kelod, Ketua Program Studi Sarjana Terapan + Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Perwakilan MPM dan BEM Poltekkes Kemenkes Denpasar, Jegeg Bidan tahun 2025, serta Perwakilan Panitia Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Kegiatan ini diawali dengan kumpul panitia dan sembahyang bersama di kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kemudian berangkat ke lokasi bakti sosial yang dimana kegiatannya dilaksanakan di Kantor Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem. Di Kantor Desa tersebut, kami disambut dengan baik dan ramah oleh Kepala Desa beserta staff Kantor Desa Antiga Kelod, kemudian dilaksanakan perbincangan singkat mengenai bencana alam yang terjadi. Selanjutnya dilakukan penyerahan sembako oleh Ketua Program Studi Sarjana Terapan + Profesi Bidan yakni Ibu Bdn. Ni Wayan Armini, SST., M.Keb, Ketua HMJ Kebidanan Putu Eva Melinda, serta Ketua Panitia Ni Nyoman Putri Shavita Pratama kepada Kepala Desa Antiga Kelod yakni Bapak Ketut Mertha. Adapun sembako yang disumbangkan yaitu 6 karung beras 25 kg, 3 kardus mie instan, 3 kerat telur ayam, dan 2 kerat minyak. Sembako tersebut merupakan hasil dari open donasi sehingga terkumpul donasi berupa uang sejumlah Rp. 1.232.000 dan kas HMJ Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar Periode 2025/2026 sejumlah Rp. 2.600.000. Diharapkan bantuan yang telah disalurkan dapat memberikan manfaat serta membantu meringankan beban masyarakat korban banjir di Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dan kepedulian berbagai pihak.


KUNJUNGAN POLTEKKES KEMENKES KENDARI KE POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

Pada hari Rabu, 24 Desember 2025 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar menerima kunjungan dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari. Kunjungan ini merupakan hasil tindak lanjut dari kelas kerjasama untuk mendidik mahasiswa Profesi Bidan. Kunjungan dari Poltekkes Kemenkes Kendari diwakili oleh Sekretaris Jurusan, Kaprodi D-III Kebidanan dan dua orang staf dosen. Pertemuan ini diterima langsung oleh Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar,  Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST, M.Biomed, Ketua Prodi D-III Kebidanan, Ni Wayan Suarniti, SST, M.Keb serta Penanggungjawab Akademik dan Kemahasiswaan Prodi Profesi Bidan, Ni Made Dwi Purnamayanti, S.SiT, M.Keb.

Agenda kunjungan kali ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar dan dilanjutkan dengan penyampaian tujuan kedatangan yang diwakili oleh Sekretaris Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari. Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari naskah kerjasama (MOU) sebelum di tandatangani oleh kedua belah pihak. Terdapat beberapa klausul yg perlu diperbaiki seperti: Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. Calon mahasiswa profesi bidan dari Kendari terdata lebih kurang 30 orang dan direncanakan mulai mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) di Tahun Ajaran 2026/2027. Selain itu, pada pertemuan ini dilakukan diskusi tentang proses PBM, dimana calon mahasiswa profesi akan mengikuti kuliah full praktikum ditempat kerja masing-masing bagi mahasiswa yang sudah menjadi pegawai sedangkan bagi mahasiswa fresh graduate untuk lokasi praktikum (instansi kesehatan) akan ditentukan langsung oleh kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan dapat memperkuat hubungan Kerjasama yang baik antara Poltekkes Kemenkes Kendari dan Poltekkes Kemenkes Denpasar.


KUNJUNGAN POLTEKKES KEMENKES GORONTALO KE POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

Pada hari Selasa, 23 Desember 2025 Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Kebidanan menerima kunjungan dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kunjungan dari Poltekkes Kemenkes Gorontalo diwakili oleh Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi D-III Kebidanan, Penanggungjawab kemahasiswaan dan akademik serta Penanggungjawab laboratorium. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka studi tiru untuk menunjang visi misi dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo yaitu unggul dalam Bidang Komplementer Berbasis Komunitas. Poltekkes Gorontalo memilih kunjungan ke Poltekkes Kemenkes Denpasar khususnya Jurusan Kebidanan dikarenakan adanya visi dan misi yang bisa diterapkan dalam keunggulan tersebut. Adapun visi dan misi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar yaitu Menghasilkan Bidan Ahli Madya dan Profesi Bidan yang bermutu, professional, kompetitif, inovatif dan unggul dalam asuhan kebidanan berbasis Budaya Bali.

Kunjungan ini diterima oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST, M.Biomed beserta Sekretaris Jurusan Dr. Ni Wayan Aryani, SST, M.Keb, Ketua Prodi D-III Kebidanan, Penanggungjawab Akademik dan Kemahasiswaan Prodi Profesi Bidan, Dosen, PLP dan tenaga kependidikan Jurusan Kebidanan. Agenda kunjungan ini adalah sambutan dari Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar dan penyampaian maksud tujuan kedatangan dari Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Acara dilanjutkan dengan penyampaian Profil Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Diskusi, Penyerahan Kenang-kenangan dan foto bersama. Kegiatan diakhir dengan tour lab ke Laboratorium Komplementer Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar yang didampingi oleh Tim Dosen Komplementer Berbasis Budaya Bali.

 


KEGIATAN SAKA BAKTI HUSADA (SBH) JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025

Saka Bakti Husada merupakan suatu wadah kepramukaan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, minat, bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang kejuruan, sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sebagai aspirasi pemuda Indonesia. Tujuan dibentuknya organisasi kepramukaan ini adalah dengan mewujudkan kader pembangunan dibidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat disekitarnya. Maka dari itu, sebagai seorang bidan perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan untuk selalu siap siaga dalam membantu masyarakat. Oleh karena itu, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar mengadakan kegiatan Saka Bakti Husada (SBH) yang menyongsong tema “KIBAR: (Kreatif, Inovatif, Berbudi dan Berkarakter)”.

Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 01 November 2025 – 15 November 2025 yang bertempat di Aula Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kegiatan SBH ini dimulai pada pukul 07.00 WITA dengan peserta seluruh Mahasiswa Tingkat I Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan seluruh peserta SBH mampu menjadi kader pembangunan dibidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat disekitarnya.

Hari pertama kegiatan diawali dengan persembahyangan, absensi, pemeriksaan atribut, dan upacara pembukaan. Peserta mendapatkan materi tentang pengenalan SBH, Krida Bina Keluarga Sehat dan Gizi, Sejarah Kepramukaan, Tri Satya, Dasa Dharma, serta Arti Lambang Kepramukaan dan Gerakan Pramuka. Hari kedua, peserta dibekali materi Krida Bina Lingkungan Sehat dan Pengendalian Penyakit, Kemah, Tenda, Api Unggun serta keterampilan seperti Tali-temali, Sandi Morse, dan Semaphore, lalu dilanjutkan dengan praktik dan evaluasi. Hari ketiga berfokus pada materi kesehatan seperti Krida Bina PHBS dan bat, Triage, Fraktur, Pembidaian dan Pembalutan, BHD, RJP, serta PBB, yang juga diikuti dengan praktik bersama. Hari terakhir, peserta mengikuti pelantikan setelah melalui tantangan berupa mengelilingi lapangan dengan mata tertutup sembari menyanyikan yel-yel. Acara ditutup dengan pentas seni, penyampaian kesan dan pesan, serta upacara penutupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi kader kesehatan yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar Gelar Workshop Kurikulum Jurusan Kebidanan

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan layanan kesehatan, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar menyelenggarakan Workshop Kurikulum pada Senin, 29 September 2025 bertempat di Kampus Jurusan Kebidanan, Jl. Raya Puputan Renon No. 11A Denpasar.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wadir I Poltekkes Kemenkes Denpasar yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyempurnaan kurikulum merupakan langkah strategis dalam mencetak lulusan yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan dunia kesehatan.

Workshop ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Poltekkes Kemenkes Denpasar, di antaranya Wadir II, Wadir III, SPI, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan, serta para ketua jurusan dan program studi. Kehadiran para pimpinan dan stakeholder diharapkan memperkaya masukan dalam proses penyusunan kurikulum. Turut hadir pula Ketua Jurusan Kesehatan Gigi, Kaprodi D3 Teknologi Laboratorium Medis, Kaprodi Sarjana Terapan Gizi, Kaprodi D3 Kesehatan Lingkungan, serta Teknis Akademik Prodi Profesi Keperawatan yang memberikan kontribusi dalam diskusi awal pengembangan kurikulum.

Melalui workshop ini, Jurusan Kebidanan berkomitmen menghasilkan kurikulum yang mutakhir, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masa kini maupun mendatang.


KEGIATAN YUDISIUM, PELEPASAN DAN ANGKAT SUMPAH PROFESI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025

Kegiatan Yudisium, Pelepasan, dan Angkat Sumpah Profesi ini dimulai dari pukul 07.30 – 14.56 WITA. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya oleh Jurusan Kebidanan. Dengan terlaksananya program ini diharapkan para yudisium mampu mengimplementasikan ilmunya kepada masyrakat dengan baik dan bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya. Kegiatan ini dimulai dengan persembahyangan, persembahyangan ini dilakukan di Padmasana Poltekkes Kemenkes Denpasar bagi para yudisium, dosen, dan kerohanian yang beragama Hindu. Acara ini menjadi momen penting untuk merenung, bersyukur, dan memulai babak baru dalam kehidupan setelah lulus.

Setelah melakukan persembahyangan bersama, dilakukan acara pembukaan oleh MC yaitu Luh Putu Arsita Dewi, dan Ni Nyoman Amanda Oktaviani. Selanjutnya dipentaskan Tari Penyambutan yaitu Tari Pendet oleh mahasiswi tingkat I Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Pembukaan Tari Pendet adalah bagian yang sangat penting dalam keseluruhan tarian ini, yang menyimbolkan penghormatan dan penyambutan. Pada bagian pembukaan, penari memperlihatkan gerakan-gerakan yang lembut namun penuh makna spiritual, menggambarkan penyambutan para dewa yang turun dari kahyangan ke bumi. Kemudian Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Poltekkes Indonesia yang dipimpin oleh Petugas Dirigen yaitu Putu Aurelia Kirani Dewi dan pembacaan doa dipimpin oleh Ni Komang Astuti Putri Resnadi.

Laporan Pendidikan dipaparkan oleh Ketua Jurusan Bdn. Ni Ketut Somoyani,S.ST,.M.Biomed. Laporan pendidikan yudisium merupakan dokumen formal yang mencatat jalannya prosesi yudisium dalam konteks akademik, mencakup beberapa elemen penting seperti daftar peserta, agenda acara, hasil prestasi akademik, serta laporan mengenai persembahyangan atau kegiatan keagamaan yang mungkin dilaksanakan. Kemudian Pembacaan SK Yudisium oleh Kaprodi Diploma-III Kebidanan yaitu Bdn. Ni Wayan Suarniti,S.ST,.M.Keb dan Kaprodi STR-Profesi Bidan yaitu Bdn. Ni Wayan Armini,S.ST,.M.Keb. Pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium adalah salah satu momen penting dalam prosesi yudisium, di mana pengesahan kelulusan mahasiswa secara resmi diumumkan. SK Yudisium berisi pernyataan resmi bahwa mahasiswa telah memenuhi semua persyaratan akademik dan administratif untuk menyelesaikan program studi mereka dan layak menerima gelar akademik.

Prosesi Yudisium dan Pelepasan Profesi Bidan, Prodi Diploma-III dan Sarjana Terapan, dipaparkan oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Sekretaris Jurusan Kebidanan, Kaprodi Diploma-III dan Kaprodi Sarjana Terapan + Profesi Bidan. Kemudian Penyerahan Penghargaan Lulusan Terbaik oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar didampingi oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Kaprodi Diploma-III dan Kaprodi Sarjana Terapan + Profesi Bidan. Setelah itu Penyerahan Lulusan sekaligus Penanda Tangan Berita Acara oleh Direktur dan Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Angkat Sumpah Profesi Bidan dipaparkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar didampingi OP IBI. Upacara Angkat Sumpah Profesi Bidan adalah momen penting bagi para lulusan program kebidanan, yang menandakan transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional. Sumpah Profesi Bidan merupakan janji atau komitmen untuk menjalankan tugas-tugas profesi dengan penuh tanggung jawab, etika, dan sesuai dengan kode etik kebidanan. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Nasional Bagimu Negeri yang dipandu oleh petugas dirigen.

Kesan dan pesan dari lulusan dipaparkan oleh perwakilan lulusan. Kemudian pemberian kenang-kenangan dari lulusan kepada Jurusan Kebidanan yang diterima oleh Ketua Jurusan Kebidanan dan Sekretaris Jurusan Kebidanan sebagai perwakilan dari Jurusan Kebidanan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama bagi setiap program studi bersama Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ketua Jurusan Kebidanan, Kaprodi Jurusan Kebidanan, Dosen dan Tendik Jurusan Kebidanan. Kemudian diselenggarakan hiburan sekaligus istirahat makan siang oleh tim hiburan dan konsumsi. Acara penutupan diakhiri dengan MC yang memberikan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan, para staff dan dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar serta para panitia yang telah berpartisipasi dalam acara Pelepasan Yudisium Jurusan Kebidanan tahun 2025.

Kegiatan Yudisium, Pelepasan, dan Angkat Sumpah Profesi ini dimulai dari pukul 07.30 – 14.56 WITA. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya oleh Jurusan Kebidanan. Dengan terlaksananya program ini diharapkan para yudisium mampu mengimplementasikan ilmunya kepada masyrakat dengan baik dan bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya. Kegiatan ini dimulai dengan persembahyangan, persembahyangan ini dilakukan di Padmasana Poltekkes Kemenkes Denpasar bagi para yudisium, dosen, dan kerohanian yang beragama Hindu. Acara ini menjadi momen penting untuk merenung, bersyukur, dan memulai babak baru dalam kehidupan setelah lulus.

Setelah melakukan persembahyangan bersama, dilakukan acara pembukaan oleh MC yaitu Luh Putu Arsita Dewi, dan Ni Nyoman Amanda Oktaviani. Selanjutnya dipentaskan Tari Penyambutan yaitu Tari Pendet oleh mahasiswi tingkat I Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Pembukaan Tari Pendet adalah bagian yang sangat penting dalam keseluruhan tarian ini, yang menyimbolkan penghormatan dan penyambutan. Pada bagian pembukaan, penari memperlihatkan gerakan-gerakan yang lembut namun penuh makna spiritual, menggambarkan penyambutan para dewa yang turun dari kahyangan ke bumi. Kemudian Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Poltekkes Indonesia yang dipimpin oleh Petugas Dirigen yaitu Putu Aurelia Kirani Dewi dan pembacaan doa dipimpin oleh Ni Komang Astuti Putri Resnadi.

Laporan Pendidikan dipaparkan oleh Ketua Jurusan Bdn. Ni Ketut Somoyani,S.ST,.M.Biomed. Laporan pendidikan yudisium merupakan dokumen formal yang mencatat jalannya prosesi yudisium dalam konteks akademik, mencakup beberapa elemen penting seperti daftar peserta, agenda acara, hasil prestasi akademik, serta laporan mengenai persembahyangan atau kegiatan keagamaan yang mungkin dilaksanakan. Kemudian Pembacaan SK Yudisium oleh Kaprodi Diploma-III Kebidanan yaitu Bdn. Ni Wayan Suarniti,S.ST,.M.Keb dan Kaprodi STR-Profesi Bidan yaitu Bdn. Ni Wayan Armini,S.ST,.M.Keb. Pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium adalah salah satu momen penting dalam prosesi yudisium, di mana pengesahan kelulusan mahasiswa secara resmi diumumkan. SK Yudisium berisi pernyataan resmi bahwa mahasiswa telah memenuhi semua persyaratan akademik dan administratif untuk menyelesaikan program studi mereka dan layak menerima gelar akademik.

Prosesi Yudisium dan Pelepasan Profesi Bidan, Prodi Diploma-III dan Sarjana Terapan, dipaparkan oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Sekretaris Jurusan Kebidanan, Kaprodi Diploma-III dan Kaprodi Sarjana Terapan + Profesi Bidan. Kemudian Penyerahan Penghargaan Lulusan Terbaik oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar didampingi oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Kaprodi Diploma-III dan Kaprodi Sarjana Terapan + Profesi Bidan. Setelah itu Penyerahan Lulusan sekaligus Penanda Tangan Berita Acara oleh Direktur dan Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Angkat Sumpah Profesi Bidan dipaparkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar didampingi OP IBI. Upacara Angkat Sumpah Profesi Bidan adalah momen penting bagi para lulusan program kebidanan, yang menandakan transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional. Sumpah Profesi Bidan merupakan janji atau komitmen untuk menjalankan tugas-tugas profesi dengan penuh tanggung jawab, etika, dan sesuai dengan kode etik kebidanan. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Nasional Bagimu Negeri yang dipandu oleh petugas dirigen.

Kesan dan pesan dari lulusan dipaparkan oleh perwakilan lulusan. Kemudian pemberian kenang-kenangan dari lulusan kepada Jurusan Kebidanan yang diterima oleh Ketua Jurusan Kebidanan dan Sekretaris Jurusan Kebidanan sebagai perwakilan dari Jurusan Kebidanan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama bagi setiap program studi bersama Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ketua Jurusan Kebidanan, Kaprodi Jurusan Kebidanan, Dosen dan Tendik Jurusan Kebidanan. Kemudian diselenggarakan hiburan sekaligus istirahat makan siang oleh tim hiburan dan konsumsi. Acara penutupan diakhiri dengan MC yang memberikan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan, para staff dan dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar serta para panitia yang telah berpartisipasi dalam acara Pelepasan Yudisium Jurusan Kebidanan tahun 2025.


KEGIATAN OUTBOUND JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI DIPLOMA-III DAN SARJANA TERAPAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025

Kegiatan Outbound merupakan salah satu aktivitas yang diadakan di alam terbuka yang bertujuan untuk belajar dan melatih kerja sama antarmahasiswa maupun dosen. Selain untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat, kegiatan outbound ini bertujuan dalam membentuk pola pikir mahasiswa yang kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi.

Kegiatan ini akan menambah pengalaman hidup mahasiswa untuk menuju sebuah pendewasaan diri. Pengalaman dalam kegiatan outbound memberikan masukan yang positif dalam perkembangan kedewasaan seseorang. Pengalaman itu mulai dari pembentukan kelompok antarmahasiswa maupun dosen, kemudian setiap kelompok akan menunjukkan kekompakan dan kerja sama dengan anggotanya serta bersama-sama mengambil keputusan dan keberanian untuk mengamati risiko. Setiap kelompok akan menghadapi tantangan dalam memikul tanggung jawab bersama yang harus dilalui.

Oleh karena itu, kegiatan outbound ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen di kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam bentuk rasa kebersamaan, keakraban serta kerja sama yang baik. Pada tahun ini, tepat pada hari Minggu, 24 Agustus 2025 dilaksanakannya kegiatan outbound serta dengan kesepakatan bersama, kegiatan ini dilaksanakan di Taman Ulun Danu Bulian Bali. Kegiatan Outbound Jurusan Kebidanan mengusung tema “SOLID: Supportive, Organized, Loyal, Innovative, Dedicated” yang mempunyai makna sinergi sebagai kunci untuk bangkit, berkembang bersama, pentingnya kerja sama dan persatuan untuk mencapai kemajuan serta kesuksesan bersama dalam petualangan fisik, kolaborasi antartim, pemecahan dalam menghadapi masalah atau rintangan, dan refleksi diri.

Adapun susunan acara yang terlaksana pada kegiatan outbound ini dimulai dari sambutan oleh Ibu Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST., M.Biomed selaku Ketua Jurusan Kebidanan yang sekaligus membuka acara Outbound Jurusan Kebidanan Tahun 2025. Setelah itu, dilakukan sesi dokumentasi seluruh peserta kegiatan outbound. Setelah sesi dokumentasi, acara kemudian dilanjutkan dengan senam bersama yang dipimpin oleh Panitia. Kegiatan selanjutnya adalah penampilan yel-yel dari peserta kegiatan outbound. Acara dilanjutkan dengan permainan bagi dosen, HMJ dan panitia yaitu lomba balon berpasangan, dan tarik tambang. Setelah itu, kelompok peserta kegiatan outbound mengirim perwakilan untuk melakukan permainan antarkelompok yang dibagi menjadi 2 sesi. Permainan antarkelompok yaitu lomba jembatan kardus, dan estafet balon dalam botol. Kegiatan selanjutnya yaitu istirahat dan makan siang. Setelah istirahat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan penampilan pensi dari setiap kelompok. Kegiatan selanjutnya adalah pengumuman pemenang kelompok yel-yel terbaik, kelompok dengan pensi terbaik, dan kelompok terkompak. Setelah seluruh kegiatan sudah terlaksana dengan meriah dan penuh keseruan, selanjutnya ditutup dengan operasi semut oleh para peserta kegiatan outbound.

Kegiatan outbound kali ini berlangsung sangat seru dan menyenangkan. Para peserta outbound sangat kreatif yang dapat dilihat dari topi serta rok yang mereka kenakan dan juga yel-yel serta pensi yang mereka tampilkan. Dalam kegiatan outbound ini banyak permainan yang dilaksanakan dengan mengutamakan kekompakan dan terlihat seluruh peserta outbound sangat menikmati acara tersebut. Diharapkan kegiatan outbound selanjutnya bisa diselenggarakan lebih baik dan meriah dari kegiatan sebelumnya.


KEGIATAN KULIAH UMUM PRODI DIPLOMA-III DAN SARJANA TERAPAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025

Sejak lahir hingga lanjut usia, manusia senantiasa berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain untuk memperdalam relasi serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perjalanan hidup, setiap individu akan menyadari adanya persamaan dan perbedaan dengan orang lain. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari kebebasan manusia, namun tidak berarti manusia bebas bertindak sewenang-wenang. Sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna, manusia dibekali akal, perasaan, dan kehendak. Akal berfungsi sebagai sumber pemikiran, pengetahuan, dan keterampilan yang membantu manusia menentukan apa yang benar dan salah sebagai dasar penilaian nilai. Perasaan berperan dalam mengungkapkan keindahan dan menilai baik atau buruknya sesuatu. Sedangkan, kehendak menjadi instrumen untuk memilih dan menetapkan apa yang dianggap baik atau buruk berdasarkan nilai moral.

Tenaga kesehatan merupakan komponen penting dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Peran ini sangat strategis karena berhubungan langsung dengan mutu pelayanan. Etika dan empati menjadi dua pilar utama yang saling terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas. Aspek etika menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan baik antara tenaga kesehatan dengan seluruh pihak yang terlibat, sehingga tercipta pelayanan yang profesional dan memuaskan. Hubungan yang harmonis antara tenaga kesehatan dan pasien berkontribusi pada tercapainya tujuan pemulihan serta kepuasan pasien.

Namun, dalam praktik pelayanan kesehatan tidak jarang ditemukan perilaku tenaga kesehatan yang menyimpang dari etika profesi termasuk kasus malpraktik yang masih sering terjadi. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memiliki kompetensi yang kuat dalam menjaga etika dan mengembangkan empati, sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berintegritas. Poltekkes Kemenkes Denpasar berkomitmen untuk menekan angka malpraktik melalui pembinaan kompetensi peserta didik, khususnya di Jurusan Kebidanan. Mahasiswa Jurusan Kebidanan dididik agar mampu memberikan pelayanan sesuai kode etik dan mengutamakan empati. Berkaitan dengan hal tersebut, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar mengadakan Kegiatan Kuliah Umum tahun 2025 dengan mengusung tema yaitu “Etika dan Empati: Dua Pilar Pelayanan Kesehatan yang Berarti”.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 07.54 – 10.53 WITA. Kegiatan Kuliah Umum merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Adapun narasumber yang terlibat dalam kegiatan kuliah umum kali ini yaitu Ibu Bdn. Putu Sri Widi Antari, S.Tr.Keb. Beliau merupakan alumni Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Beliau saat ini membuka Praktik Mandiri Bidan. Pada kuliah umum tersebut, terdapat 4 orang penanya dari mahasiswa terkait hal-hal yang harus dilakukan untuk menunjukkan rasa empati yang tulus, dan etika dalam memberikan pelayanan agar klien merasa puas. Kuliah umum ini diakhiri dengan pemberian sertifikat online pada Narasumber dari Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar serta dokumentasi bersama.

 

 

 

 

 

Dengan telah berlangsungnya kegiatan Kuliah Umum bertema “Etika dan Empati: Dua Pilar Pelayanan Kesehatan yang Berarti” diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya etika dan empati di kalangan tenaga kesehatan serta  dapat memberikan pelayanan sesuai kode etik yang berlaku. Sehingga terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan harmonis serta membantu menekan angka malpraktik yang terjadi.


TAUTAN TERKAIT