Beranda / / Berita Detail

KEGIATAN SAKA BAKTI HUSADA (SBH) JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025


Senin, 01 Desember 2025 10:12 am
Bagikan berita ini   
  


Saka Bakti Husada merupakan suatu wadah kepramukaan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, minat, bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang kejuruan, sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sebagai aspirasi pemuda Indonesia. Tujuan dibentuknya organisasi kepramukaan ini adalah dengan mewujudkan kader pembangunan dibidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat disekitarnya. Maka dari itu, sebagai seorang bidan perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan untuk selalu siap siaga dalam membantu masyarakat. Oleh karena itu, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar mengadakan kegiatan Saka Bakti Husada (SBH) yang menyongsong tema “KIBAR: (Kreatif, Inovatif, Berbudi dan Berkarakter)”.

Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 01 November 2025 – 15 November 2025 yang bertempat di Aula Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kegiatan SBH ini dimulai pada pukul 07.00 WITA dengan peserta seluruh Mahasiswa Tingkat I Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan seluruh peserta SBH mampu menjadi kader pembangunan dibidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat disekitarnya.

Hari pertama kegiatan diawali dengan persembahyangan, absensi, pemeriksaan atribut, dan upacara pembukaan. Peserta mendapatkan materi tentang pengenalan SBH, Krida Bina Keluarga Sehat dan Gizi, Sejarah Kepramukaan, Tri Satya, Dasa Dharma, serta Arti Lambang Kepramukaan dan Gerakan Pramuka. Hari kedua, peserta dibekali materi Krida Bina Lingkungan Sehat dan Pengendalian Penyakit, Kemah, Tenda, Api Unggun serta keterampilan seperti Tali-temali, Sandi Morse, dan Semaphore, lalu dilanjutkan dengan praktik dan evaluasi. Hari ketiga berfokus pada materi kesehatan seperti Krida Bina PHBS dan bat, Triage, Fraktur, Pembidaian dan Pembalutan, BHD, RJP, serta PBB, yang juga diikuti dengan praktik bersama. Hari terakhir, peserta mengikuti pelantikan setelah melalui tantangan berupa mengelilingi lapangan dengan mata tertutup sembari menyanyikan yel-yel. Acara ditutup dengan pentas seni, penyampaian kesan dan pesan, serta upacara penutupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi kader kesehatan yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

TAUTAN TERKAIT