Beranda / / Berita Detail

KEGIATAN KULIAH UMUM PRODI DIPLOMA-III DAN SARJANA TERAPAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES DENPASAR TAHUN 2025


Kamis, 28 Agustus 2025 09:08 am
Bagikan berita ini   
  


Sejak lahir hingga lanjut usia, manusia senantiasa berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain untuk memperdalam relasi serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perjalanan hidup, setiap individu akan menyadari adanya persamaan dan perbedaan dengan orang lain. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari kebebasan manusia, namun tidak berarti manusia bebas bertindak sewenang-wenang. Sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna, manusia dibekali akal, perasaan, dan kehendak. Akal berfungsi sebagai sumber pemikiran, pengetahuan, dan keterampilan yang membantu manusia menentukan apa yang benar dan salah sebagai dasar penilaian nilai. Perasaan berperan dalam mengungkapkan keindahan dan menilai baik atau buruknya sesuatu. Sedangkan, kehendak menjadi instrumen untuk memilih dan menetapkan apa yang dianggap baik atau buruk berdasarkan nilai moral.

Tenaga kesehatan merupakan komponen penting dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Peran ini sangat strategis karena berhubungan langsung dengan mutu pelayanan. Etika dan empati menjadi dua pilar utama yang saling terkait dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas. Aspek etika menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan baik antara tenaga kesehatan dengan seluruh pihak yang terlibat, sehingga tercipta pelayanan yang profesional dan memuaskan. Hubungan yang harmonis antara tenaga kesehatan dan pasien berkontribusi pada tercapainya tujuan pemulihan serta kepuasan pasien.

Namun, dalam praktik pelayanan kesehatan tidak jarang ditemukan perilaku tenaga kesehatan yang menyimpang dari etika profesi termasuk kasus malpraktik yang masih sering terjadi. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memiliki kompetensi yang kuat dalam menjaga etika dan mengembangkan empati, sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berintegritas. Poltekkes Kemenkes Denpasar berkomitmen untuk menekan angka malpraktik melalui pembinaan kompetensi peserta didik, khususnya di Jurusan Kebidanan. Mahasiswa Jurusan Kebidanan dididik agar mampu memberikan pelayanan sesuai kode etik dan mengutamakan empati. Berkaitan dengan hal tersebut, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar mengadakan Kegiatan Kuliah Umum tahun 2025 dengan mengusung tema yaitu “Etika dan Empati: Dua Pilar Pelayanan Kesehatan yang Berarti”.

Kegiatan ini dimulai dari pukul 07.54 – 10.53 WITA. Kegiatan Kuliah Umum merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Adapun narasumber yang terlibat dalam kegiatan kuliah umum kali ini yaitu Ibu Bdn. Putu Sri Widi Antari, S.Tr.Keb. Beliau merupakan alumni Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Beliau saat ini membuka Praktik Mandiri Bidan. Pada kuliah umum tersebut, terdapat 4 orang penanya dari mahasiswa terkait hal-hal yang harus dilakukan untuk menunjukkan rasa empati yang tulus, dan etika dalam memberikan pelayanan agar klien merasa puas. Kuliah umum ini diakhiri dengan pemberian sertifikat online pada Narasumber dari Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar serta dokumentasi bersama.

 

 

 

 

 

Dengan telah berlangsungnya kegiatan Kuliah Umum bertema “Etika dan Empati: Dua Pilar Pelayanan Kesehatan yang Berarti” diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya etika dan empati di kalangan tenaga kesehatan serta  dapat memberikan pelayanan sesuai kode etik yang berlaku. Sehingga terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan harmonis serta membantu menekan angka malpraktik yang terjadi.

TAUTAN TERKAIT