Beranda / / Berita Detail

Perkuat Mutu dan Siap Akreditasi, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar Finalisasi Modul Pembelajaran Berbasis OBE


Selasa, 27 Oktober 2026 10:10 am
Bagikan berita ini   
  


DENPASAR – Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan dan mempersiapkan dokumen akreditasi program studi, Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar menyelenggarakan Workshop Penyusunan dan Pemenuhan Dokumen Akreditasi pada Selasa–Kamis, 27–29 Oktober 2026. Kegiatan ini berfokus pada penyelesaian modul pembelajaran teori dan praktik berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta penyempurnaan instrumen penilaian sebagai bagian dari pemenuhan bukti fisik akreditasi.

Workshop ini merupakan langkah strategis Jurusan Kebidanan untuk memastikan tersedianya perangkat pembelajaran yang terstandar, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari rangkaian workshop sebelumnya dalam rangka mendukung kesiapan akreditasi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan.

Pelaksanaan workshop melibatkan dosen pengampu mata kuliah, tim kurikulum, tim penjaminan mutu, serta unsur pendukung pembelajaran praktik sesuai kebutuhan. Melalui kolaborasi tersebut, setiap tim mata kuliah diharapkan dapat menyelesaikan dan menyempurnakan perangkat pembelajaran berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Fokus utama kegiatan adalah memastikan keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, bahan kajian, materi pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan asesmen. Keselarasan ini menjadi aspek penting dalam implementasi kurikulum berbasis OBE agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi mahasiswa.

Kegiatan ini juga melibatkan preseptor dari berbagai wahana praktik dan institusi pendidikan untuk memperkuat relevansi modul pembelajaran praktik dengan kebutuhan pelayanan kebidanan di lapangan. Preseptor yang terlibat antara lain Bdn. Ni Wayan Darsani, S.Tr.Keb., dari Puskesmas III Denpasar Utara; Bdn. Ni Made Rai Sintarini, SST., M.Kes., dari Praktik Mandiri Bidan (PMB); Bdn. Ni Made Sinarsari, S.Tr.Keb., S.Kes.H., M.Si., dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar; serta Bdn. Ni Luh Putu Juliathi, S.Tr.Keb., dari Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.

Keterlibatan para preseptor diharapkan dapat memperkuat kesinambungan antara pembelajaran akademik dan pengalaman praktik klinik maupun komunitas. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam penyusunan modul yang tidak hanya mendukung pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pelayanan serta pencapaian kompetensi calon bidan.

Selain penyusunan dan penyempurnaan modul pembelajaran teori, workshop ini memberikan perhatian pada kelengkapan modul praktik kebidanan. Aspek yang ditelaah meliputi kompetensi yang harus dicapai, prosedur praktik, kebutuhan alat dan bahan, keselamatan pasien, instrumen penilaian, rubrik, serta logbook sesuai kebutuhan masing-masing mata kuliah.

Tidak Sekadar Melengkapi Dokumen, tetapi Memastikan Mutu Pembelajaran

Salah satu tahapan penting dalam workshop ini adalah pendampingan penyelesaian modul, telaah kesesuaian dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan kurikulum OBE, serta peer review menggunakan instrumen atau daftar periksa mutu modul. Melalui proses tersebut, setiap tim penyusun memperoleh umpan balik dan rekomendasi perbaikan untuk menyempurnakan dokumen yang dihasilkan.

Modul dan instrumen penilaian yang telah diperbaiki selanjutnya akan melalui verifikasi akhir oleh tim kurikulum dan penjaminan mutu. Hasilnya akan diinventarisasi berdasarkan status penyelesaian, yaitu selesai atau final, masih memerlukan revisi, maupun belum lengkap. Dokumen yang telah memenuhi kriteria akan disiapkan untuk proses pengesahan dan implementasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, target penyusunan mencakup kebutuhan modul dan instrumen penilaian pada Program Studi Diploma Tiga Kebidanan sebanyak 43 mata kuliah, Sarjana Terapan Kebidanan sebanyak 75 mata kuliah, dan Profesi Bidan sebanyak 11 mata kuliah. Secara keseluruhan, inventarisasi tersebut mencakup 129 mata kuliah. Target ini menjadi dasar untuk memantau progres penyelesaian perangkat pembelajaran secara terukur dan sistematis.

 

Penguatan Budaya Mutu Berkelanjutan

Workshop ini juga menjadi bagian dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya melalui pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Dengan demikian, penyusunan dokumen pembelajaran tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan administrasi akreditasi, tetapi diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran secara berkelanjutan.

Perangkat pembelajaran yang lengkap dan terstandar diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dosen dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mendukung pengelola laboratorium dalam memfasilitasi praktik, serta membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih terarah dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar terus memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan yang bermutu, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Penyelesaian modul pembelajaran teori dan praktik beserta instrumen penilaian diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesiapan akreditasi dan menghasilkan lulusan kebidanan yang kompeten serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

TAUTAN TERKAIT