Denpasar, Bali. (Senin, 27 Juli 2026). Suasana penuh makna terasa di Ampi Theatre Poltekkes Kemenkes Denpasar, Senin, 27 Juli 2026. Pada hari itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan menyelenggarakan Seminar Religi sebagai wadah penguatan nilai spiritual dan karakter bagi mahasiswa keperawatan.
Bertempat di kampus Jl. P. Moyo No. 33 A, Pedungan, Denpasar Selatan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. I Wayan Mustika, S. Ked. yang membawakan materi inspiratif seputar pentingnya nilai-nilai keagamaan, etika, dan kemanusiaan dalam dunia kesehatan.
Sejak awal kegiatan, peserta diajak untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga merenung. Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan bahwa seorang tenaga kesehatan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki empati, integritas, dan kepekaan terhadap kondisi spiritual pasien.
Tema yang diangkat, SEGARA: Strong, Empathetic, Growth-Minded, Adaptive, Responsible, Aspiring, menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tema ini mencerminkan harapan agar mahasiswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.
Melalui diskusi dan refleksi, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah pelayanan yang menyentuh aspek holistik, termasuk kebutuhan spiritual pasien. Nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan penghormatan terhadap keberagaman juga menjadi bagian penting yang ditekankan dalam seminar ini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa profesi keperawatan adalah panggilan kemanusiaan. Dengan bekal ilmu, etika, dan spiritualitas yang seimbang, mahasiswa diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan sekaligus berkarakter.