Beranda / Berita / Berita Detail

Tingkatkan Profesionalisme Bidan , Poltekkes Denpasar Gelar Seminar Nasional


Senin, 13 Januari 2020 08:01 am
Bagikan berita ini   
  


WhatsApp Image 2020-01-14 at 13.48.40Himpunan Mahasiswa Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar menggelar seminar nasional bertajuk “Delightful Experience Childrenbirth Through Gentle Birth” di Hotel Nikki Denpasar, Sabtu (10/1).

Ketua Panitia Seminar Ni Putu Risma Sintya Jayanti menjelaskan, makna dari tema yang disuguhkan yakni pengalaman persalinan melalui ‘gentle birth’ yang mana para tenaga bidan sebagai pelayan masyarakat, harus mengikuti perkembangan teknologi kekinian.

“Jadi kami mengharapkan seluruh praktisi kesehatan, khususnya bidan dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan. Karena hal ini dapat memberikan dampak pembaharuan dari kenyamanan pada pengalaman persalinan,” kata mahasiswi asal Subagan, Karangasem ini.

Risma-sapaan akrabnya, juga berharap ‘sharing knowledge’ yang dipaparkan tiga nara sumber yakni WhatsApp Image 2020-01-10 at 12.15.54Dr. Ni Nyoman Budiani, S.SiT., M.Biomed, dengan materi Filosofi Kebidanan, Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, S.POG (K), MARS, dengan materi Gantle Birth dan Putu Sri Widi Antari, A.Md. Keb, CPHCT, dengan materi Tetapi Holistik Manajemen Nyeri Pada Persalinan mampu diserap 700 peserta dari unsur praktisi kesehatan dan mahasiswa dari Bali, NTB dan NTT sehingga mampu diimplementasikan pada pasien guna mengurangi trauma pada saat persalinan dan menciptakan proses persalinan senyaman mungkin.

Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar yang diwakili Wakil Direktur I Gusti Ayu Marhaeni, SKM. M.Biomed., mengungkapkan, persoalan yang dibahas dalam seminar ini sangat relevan dengan situasi di masyarakat, karena ada kecendrungan ibu-ibu takut melahirkan secara normal.

Ketakutan itu disebabkan karena rasa nyeri pra dan pascapersalinan serta adanya trauma dari persalinan normal sebelumnya. Sehingga menjelang melahirkan para ibu hamil langsung memutuskan memilih partus seksio sesarea atau operasi sesar. “Di sinilah tantangan profesi bidan. Sedapat mungkin menolong dengan partus normal, dengan menciptakan suasana senyaman mungkin, bisa mengelola nyeri dan mencegah perlukaan pada ibu dan bayi,” kata Marhaeni.

WhatsApp Image 2020-01-10 at 12.15.55Bidan, lanjut Marhaeni, memiliki tanggungjawab yang cukup berat. Apalagi di Bali angka kematian bayi dan ibu melahirkan masih tergolong tinggi, meski di bawah rata-rata nasional. Dengan dukungan distribusi dan demograsi yang baik di banding daerah lain, seharusnya bidan di Bali mampu membawa Bali sebagai provinsi dengan angka kematian saat melahirkan terendah di Indonesia.

Ia mengaku optimis, edukasi yang terus digencarkan melalui pelatihan dan seminar tentang peningkatan kompetensi asuhan kebidanan akan membawa dampak positif bagi derajat kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Kebidanan, Dr. Ni Nyoman Budiani, S.Si.T., M.Biomed, menambahkan, pihaknya konsisten memberi edukasi dan layanan kepada masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengabdian). Terakhir, di tahun 2019, Jurusan Kebidanan Poltekkes Denpasar menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Gianyar.

Ia pun mendorong, rekan sesama bidan dan praktisi di bidangnya agar mengupayakan persalinan normal sebelum memilih operasi sesar. “Kami punya kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya Pengabdian Kepada Masyarakat. Dan sudah kami lakukan secara konsisten ke masyarakat,” tutup Budiani.

TAUTAN TERKAIT