Tantangan berat yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini adalah adanya jumlah pengangguran yang sangat besar dan senantiasa bertambah dari waktu ke waktu. Meskipun mengurangi angka pengangguran selalu menjadi prioritas program pemerintah, namun setiap tahun angka tersebut sulit dikurangi. Jika pun berkurang, jumlahnya sangat kecil. Dari data jumlah pengangguran yang ada, ternyata penganggur dari kalangan terdidik menunjukkan kecenderungan meningkat. Khususnya Bali yang mengandalkan sektor pariwisata, di masa pandemic ini mengalami keterpurukan yang luar biasa. Namun demikian diantara keterpurukan tersebut masih ada peluang-peluang bisnis yang bisa digarap. Sebagai mahasiswa hendaknya jangan berorientasi kepada Pegawai Negeri saja, namun diharapkan dengan jiwa kewirausahaan bisa menciptakan lapangan kerja baru.
Untuk itu dalam upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi, pada hari Sabtu 10 Oktober 2020 Jurusan kesehatan Gigi menyelenggarakan Seminar dengan tema “ Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Di Era New Normal Pandemi Covid 19 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Denpasar”
Sebagai nara sumber dalam seminar daring ini adalah dr. I Putu Wirama selaku Praktisi Kewirausahaan dan Ketua Wirausaha Muda Kota Denpasar, I Nyoman Wirata, SKM, M.Kes selaku dosen kewirausahaan sekaligus ketua unit bisnis Poltekkes Kemenkes Denpasar, serta seorang alumni yang sudah sukses berwirausaha dibidang terapis gigi dan mulut yaitu Ni Made Yadnywati, AMd.Kg ST.
Di akhir seminar dapat disimpulkan, bahwa untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa hendaknya mempunyai impian. Dari impian tersebut setelah lulus nanti dirumuskan, apakah mau kerja, kuliah, ataukah melakukan wirausaha. Jika sudah menentukan rencana tersebut, misalnya berwirausaha, maka buatlah rencana usulan bisa dengan metode Canvas, dan kemudian buatkan action plannya. Agar usaha bisa berhasil maka haruslah fokus pada apa yang kita kerjakan, beradalah pada lingkungan yang positif serta jangan lupa berdoa.